Berita

DENSUS DI BANDARA POLONIA

Tak Ada SOP yang Jelas, Wajar Densus Terobos Petugas TNI Bandara

SELASA, 21 SEPTEMBER 2010 | 08:37 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Sikap arogansi Datasemen Khsusus 88 yang tidak mau berkoordinasi dengan petugas TNI AU saat hendak terbang dari Bandar Udara Polonia Medan pada 13 September lalu dikecam dan disayangkan.

Tindakan yang menuai protes dari Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara Medan itu kian menambah daftar panjang dari sikap arogan Densus selama ini.

"Kita memang apresiasi dengan tugas dan kerja dalam memberantas terorisme. Itu tidak bisa pungkiri. Tapi, akhir-akhir ini tindakan Densus telah melampaui tupoksi yang ada pada dirinya. Dia memang terkesan over acting, arogan, ini karena tidak ada kontrol," ujar anggota Komisi III DPR Ahmad Yani kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 21/9).


Politsi Partai Perstuan Pembangunan ini mengingatkan Densus 88 bukanlah lembaga superbody dan mandiri yang tidak terkait dengan lembaga lain. Dalam hal di Bandara, sebutnya, Densus harus berkoordinasi dengan petugas TNI AU yang memang ditugaskan itu. Jadi tidak bisa bisa asal menerbos.

"Itu karena SOP (Standar Operasional Prosedure) Densus ini tidak jelas. Jadi mereka bisa berbuat seenaknya. Makanya, SOP nya harus dipertegas," tandasnya.

Ahmad Yani juga menyoroti keterlibatan Densus pada penggerebekan pelaku perampok di Bank CIMB Medan di Tanjung Balai Sumatera Utara dan tempat lainnya. Menurutnya, Densus saat ini sudah mencengkram berbagai lini. Padahal pengusutan perampokan itu ada di bawah kendali bagian reserse Polri.

"Tapi kini Densus juga terlibat dengan alasan ada terkait dengan terorisme. Harusnya ada dulu penyelidikan bahwa itu terkait dengan teroris dan juga bahwa Polda daerah kekurangan personel baru diminta bantuan. Jangan-jangan terorisme itu hanya sebagai pembenar. Kalau fakta itu betul, kita hraus koreksi total. Karena Densus ini sudah seperti Pangkomkamtib pada orde baru yang mencari-cari alasan untuk menyikat kelompok ekstem kanan atau kiri," tegasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya