Berita

Imam Sudjarwo Jadi Kapolri, Adik Ipar SBY Disiapkan Gantikan Agus Suhartono?

SENIN, 20 SEPTEMBER 2010 | 17:02 WIB | LAPORAN:

RMOL. Skenario menaikkan orang-orang dekat penguasa untuk menduduki jabatan Kepala Kepolisian dan TNI sudah diduga oleh anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Golkar, Bambang Soesatyo.

Bambang menjelaskan, skenario besar akan dimulai dari terpilihnya Komjen Imam Sudjarwo, yang isu kedekatannya dengan Istana sudah terdengar kuat, sebagai Kepala Polri. Padahal, Imam secara angkatan bakal melompati banyak sekali personel Akpol angkatan 70-an, termasuk calon kuat Komjen Nanan Sukarna yang merupakan alumnus 1978.

Setelah kepolisian diduduki, selanjutnya adalah giliran Panglima TNI yang direbut.


"Ada grand scenario dimana panglima TNI nanti akan dipimpin oleh angkatan 80. Yang sudah diproyeksikan itu yang sekarang jadi Pangdam Siliwangi," ucap Bambang di Gedung Nusantara III, kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/9).

Seperti diketahui, penjabat Pangdam II/Siliwangi Mayjen TNI Pramono Edhie Wibowo, yang tak lain adalah adik ipar Presiden SBY.

Menurut Bambang, munculnya nama Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Agus Suhartono sebagai calon Panglima TNI sudah diperkirakan sebelumnya. Secara tradisi, seorang calon dari Angkatan laut dipastikan akan mendapat giliran sebagai Panglima. Agus sendiri adalah alumnus Akabri angkatan 1978.

Namun, yang menjadi pertanyaan penting adalah berapa lama Agus akan menjabat. Agus sendiri akan berhenti menjabat pada 2013 saat masuki masa pensiun.

"Itu yang sekarang jadi Pangdam Siliwangi, kalau dalam waktu dekat akan jadi Pangkostrad kemudian KASAD, yang pada pemilihan panglima nanti dikirimlah dari Angkatan Darat," ucap Bambang.

Ditambahkan Bambang, akan sangat tidak elok kalau Panglima TNI  dan Kepala Polri berbeda angkatan.

"Saya kira ini jelas grand scenario. Polri dikondisikan lebih dahulu diserahkan kepada angkatan 80, sebelum Panglima TNI dipilih dari dari angkatan 80," katanya.[ald]

Populer

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

OTT Pegawai Pajak Jakarta Utara: KPK Sita Uang Ratusan Juta dan Valas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:14

Mendagri: 12 Wilayah Sumatera Masih Terdampak Pascabencana

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:04

Komisi I DPR: Peran TNI dalam Penanggulangan Terorisme Hanya Pelengkap

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:33

X Ganti Emotikon Bendera Iran dengan Simbol Anti-Rezim

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:27

Trump Sesumbar AS Bisa Kuasai 55 Persen Minyak Dunia Lewat Venezuela

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:10

Konten Seksual AI Bikin Resah, Grok Mulai Batasi Pembuatan Gambar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:52

Ironi Pangan di Indonesia: 43 Persen Rakyat Tak Mampu Makan Bergizi

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:41

Emas Antam Berkilau, Naik Rp25.000 Per Gram di Akhir Pekan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:34

Khamenei Ancam Tindak Tegas Pendemo Anti-Pemerintah

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:22

Ekonomi Global 2026: Di Antara Pemulihan dan Ketidakpastian Baru

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:06

Selengkapnya