Berita

Abaikan 8 Ribu Jaksa, SBY Sebaiknya Pilih Bambang atau Busyro

MINGGU, 19 SEPTEMBER 2010 | 11:47 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebaiknya mengabaikan tuntutan 8 ribu jaksa yang tergabung dalam Persatuan Jaksa Indonesia yang meminta pengganti Hendarman Supandji sebagai jaksa agung tetap dari internal Kejaksaan.

Ketua Masyarakat Anti Korupsi Indonesia Bonyamin menilai sikap para jaksa itu seakan ingin mengabadikan praktik koruptif yang ada di internal Kejaksaan. Padahal pembasmian korupsi merupakan agenda utama Presiden SBY. Karena dia menilai, jika dari internal Kejaksaan sendiri, jaksa agung mendatang tidak akan bisa membasmi korupsi yang ada di korp adyaksa itu.

"Karena mereka sudah sama-sama tahu. Bila nanti jaksa agung membuka borok anggotanya, bisa jadi anggotanya akan mengancamnya balik. Sekaranga ini kan jaksa sedang mendapat sorotan. Setelah jaksa Tri Urip Gunawan tersangkut kasus Artalita Suryani, kini Cirus Sinaga yang disebut terlibat kasus Gayus," ujar Bonyamin kepada Rakyat Merdeka Online (Minggu, 19/9).


Untuk membersihkan institusi Kejaksaan dari praktik koruptif itu, menurutnya, sebaiknya SBY mencari calon dari luar Kejaksaan. Mestinya juga sikap 8 ribu jaksa itu semakin meneguhkan SBY untuk tidak memilih dari internal Kejaksaan. Karena niat para jaksa itu sangat kontradiktif dengan agenda utama Presiden SBY.

"SBY tinggal pilih dua calon KPK saat ini Bambang Widjojanto atau Busyro Muqoddas. Bila DPR pilih Bambang, Presiden pilih Busyro. Begitu juga sebaliknya. Karena semua pihak sangat memuji kinerja Pansel (Panitia Seleksi) KPK yang memilih dua nama itu. Bahkan Presiden juga memujinya. Makanya, sebaiknya Presiden pilih di antara Bambang atau Busyro," tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya