Berita

BURSA JAKSA AGUNG

Ibarat Perang, 8 Ribu Jaksa Telah Melakukan Pemberontakan

MINGGU, 19 SEPTEMBER 2010 | 09:27 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Sikap 8 ribu jaksa yang tergabung Persatuan Jaksa Indonesia menolak calon jaksa agung pengganti Hendarman Supandji dari luar terus menuai kritik. Sikap 8 ribu jaksa itu dinilai kebablasan.

"Kalau menggunakan istilah perang, ini disebut pemberontakan. Tapi kalau dalam birokrasi, ini disebut subordinasi. Artinya, kejaksaan itu seolah-olah terpisah dari negara. Jadi ada negara dalam negara. Karena sikap para jaksa itu seoah-olah tidak mau mengurus diri sendiri," ujar Ketua Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Bonyamin Saiman kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Minggu, 19/9).

Dia melihat, sikap 8 ribu jaksa itu sudah masuk katagori pemaksaan kehendak kepada presiden untuk memilih calon dari dalam. Padahal, dia melanjutkan, presiden memiliki hak prerogatif penuh untuk menentukan calon. Menurutnya, hal itu sangat tidak etis dan menjadi preseden buruk dalam pemerintahan ini.


"Jaksa itukan PNS (pegawai negeri sipil). Dalam berbagai pemilihan, baik itu pilkada atau pilpres, PNS itu tidak boleh berkampanye. Dengan cara ini mereka telah berpolitik praktis. Kita juga kan tidak pernah dengar sebelumnya, ada PNS dari PU, Deplu, atau Depdagri misalnya, yang meminta agar Presiden memilih calon dari kalangan internal sendiri. Kan tidak pernah ada itu," tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya