Berita

JALAN AMBLAS

Staf SBY Bidang Bencana: Agar Tak Terulang, Pemprov DKI Harus Buat Peta Mikrozonasi Gempa

JUMAT, 17 SEPTEMBER 2010 | 16:21 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diminta untuk mempercepat pembuatan mikrozonasi gempa di wilayahnya seiring dengan amblasnya Jalan RE Martadinata di Jakarta Utara kemarin.

Sebab, dengan pembuatan peta tersebut, pemerintah akan mendapatkan data yang lengkap tentang potensi kegempaan, serta informasi-informasi rinci lainnya seperti tingkat kelabilan tanah dan intensitas pergeseran batuan dasar.

Hal tersebut diungkapkan oleh Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana (SKP BSB) Andi Arief, di Jakarta (17/9). Menurut Andi, sudah saatnya Pemprov DKI memberikan perhatian yang lebih pada pandangan para ahli terkait dengan kerawanan kondisi tanah di ibukota saat ini.


”Sejak awal, para ahli sudah memberikan peringatan bahwa Jakarta Utara mengalamai penurunan tanah sekitar 12 hingga 26 centimeter per tahun. Apabila pembangunan infrastruktur maupun pemukiman mengesampingkan hal tersebut, dampaknya justru akan merugikan kita sendiri,” katanya.

Karena itu, Andi menyarankan agar Gubernur DKI Fauzi Bowo dan pihak DPRD DKI Jakarta segera mengundang para ahli yang terlibat dalam penyusunan Peta Seismic Hazard 2010 (Peta Bahaya Kegempaan 2010) untuk dapat mengeksplorasi lebih jauh tentang perihal peta mikrozonasi gempa tersebut.

Andi percaya bahwa keberadaan peta mikrozonasi gempa akan membantu Pemprov DKI Jakarta memitigasi kemungkinan terjadinya peristiwa ambrolnya jalan atau amblesnya bangunan, di masa depan. Sehingga, terjadinya peristiwa serupa dengan ’Ambrol Martadinata’ diharapkan dapat dihindari. Peta mikrozonasi gempa, kata Andi, juga akan memandu Pemprov DKI Jakarta dalam membuat emergency plan guna mempersiapkan langkah-langkah darurat apabila terjadi bencana yang terkait dengan kondisi tanah dan gempa.

”Jakarta memiliki banyak fasilitas dan gedung gedung vital, sehingga perlu dipersiapkan langkah-langkah darurat kebencanaan. Emergency plan akan mempermudah pemerintah dalam memastikan keamanan infrastruktur penting seperti perbankan, telekomunikasi, dan internet,” tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya