Berita

PAN: Wajar, 8 Ribu Jaksa Minta Pengganti Hendarman dari Internal Kejaksaan

JUMAT, 17 SEPTEMBER 2010 | 11:41 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Di era reformasi, semua orang bisa berpendapat termasuk seorang jaksa. Jaksa bisa mengungkapkan pandangannya tentang satu pokok persoalan.

Demikian dikatakan anggota Komisi III dari PAN Achmad Rubaie kepada Rakyat Merdeka Online menanggapi permintaan Persatuan Jaksa Indonesia agar pengganti Hendarman Supandji sebagai Jaksa Agung tetap dari kalangan internal Kejaksaan.

"Itu wajar-wajar saja. Karena di era reformasi semua warga negara bisa saja mengungkapkan apa pandangannya tentang sebuah soal, termasuk kawan-kawan jaksa, sebagai warga negara. Sepanjang tidak melalui cara anarkis," ujar Rubaie beberapa saat lalu (Jumat, 17/9).


Wakil Ketua Fraksi PAN ini sendiri sepakat dengan permintaan PJI itu. Dari itu, ia berharap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mempertimbangkan usulan PJI yang mengklaim mewakili lebih dari 8 ribu jaksa di seluruh Indonesia itu.

"Kalau nanti jaksa agung itu dari luar, dia bisa jadi tidak cukup pengetahuan dan pengalaman. Bisa jadi nanti, seorang jaksa agung itu amat bergantung pada wakilnya atau orang sekitarnya dalam melakukan kebijakan. Jadi dia tidak independen," jelasnya.

Sedangkan bila jaksa agung itu berasal dari kalangan internal Kejaksaan Agung sendiri, dia yakin jaksa baru itu tidak perlu lagi untuk beradaptasi dan bisa langsung bekerja. Meski menurutnya, Presiden SBY tetap mempertimbangakan kriteria-kriteria yang selama ini telah sering diungkapkan.

"Tentu saja harus berani, profesional, memiliki visi, berintegritas dan berani menindak jaksa nakal," tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya