Berita

PEMBANGUNAN RUMAH IBADAH

Muchtar Pakpahan: Pernyataan Marzuki Alie Mengancam Keutuhan NKRI

KAMIS, 16 SEPTEMBER 2010 | 14:46 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Pernyataan Ketua DPR Marzuki Alie soal pembangunan rumah ibadah harus disesuaikan dengan keberagamaan masyarakat setempat dinilai bisa mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dari itu, aktivis buruh Muctar Pakpahan menolak pernyataan Marzuki yang mengatakan jangan sampai di tengah lingkungan yang mayoritas penduduknya muslim dibangun sebuah gereja. Begitu juga sebaliknya.

"Membaca komentar Saudara Marzuki Ali yang ketua DPR RI, pernyataan itu sangat saya sayangkan. Saudara Marzuki Ali harus baca ulang NKRI lahir dari pluralisme, cita-cita kebangsaan dan diikat Pancasila. Lalu pluralisme itu dijamin oleh pasal 29 UUD 1945 ditambah pasal 28E (setelah diamandemen). Sekali lagi, ucapan saudara Marzuki Ali ini sangat membayakan NKRI," tulis aktivis buruh Muchtar Pakpahan dalam situs www.muchtarpakpahan.com.


Muchtar menjelaskan, bila dikatakan kalau pembangunan rumah ibadah di lokasi yang mayoritas tidak boleh dibangun rumah ibadah yang lain, bisa dipastikan NKRI akan pecah. Bayangkan apabila dari Tapanuli Utara, Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Papua, Maluku, Manado diusir Masjid dan di seluruh Jawa diusir Gereja.

"Saudara Marzuki, tolong dicek di daerah Tapanuli (Tapanuli Utara, Humbanghasudutan, Toba dan Samosir) mesjid berdiri di tengah – tengah daerah yang hampir 100 persen Kristen, dengan tidak berizin. Kalau pernyataan saudara Marzuki tidak dicabut, NKRI diambang pintu perpecahan atau sebenarnya saudara Marzuki Ali menghendaki NKRI pecah?" tandasnya mempertanyakan.[zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya