Berita

jero wacik/ist

SBY Harus Pelototi Kinerja Kader Demokrat di KIB II

RABU, 15 SEPTEMBER 2010 | 08:34 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebaiknya tidak melakukan pergantian menteri dalam jumlah banyak bila akan mereshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II. Presiden SBY cukup mengganti tiga menteri.

"Tiga menteri saja sudah cukup, mestinya tidak perlu banyak-banyak ditarik," ujar pengamat politik dari Universitas Indonesia Andrinof Chaniago kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Rabu, 15/9).

Dalam melakukan reshuffle, sebutnya, Presiden SBY cukup menilai kinerja menteri berdasarkan fit and proper test yang ia gelar sebelum mengangkat menteri-menteri dan berdasarkan kinerja menteri. Dia yakin, dari kriteria itu, paling hanya tiga menteri yang akan dinilai tidak layak.


"Mereka sudah difit and proper test. 100 hari pertama sudah dievaluasi dan sudah dberikan arahan. Mestinya mereka itu, kalau sudah paham, akan meningkat kinerjanya. Tapi kalau tidak, wajar kalau diganti. Jumlah meraka yang kena kategori tidak layak, diperkirakan paling hanya tiga orang. Di atas itu, saya duga masih bisa dipertahankan," jelasnya.

Saat ditanya siapa tiga menteri yang tidak layak itu, Andrinof tak membeberkan. Namun, dia hanya mengatakan salah satu menteri yang perlu mendapat perhatian serius dari Presiden SBY adalah Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik yang juga kader Partai Demokrat.

"Menurut saya, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata perlu diperhatikan kinerjanya secara serius. Karena pada saat menjabat di pemerintah sebelumnya dia tidak berprestasi. Setahun ini juga tidak ada," jelasnya.

Kenapa cukup tiga menteri yang direshuffle, dia beralasan, pemerintahan ini akan bergejolak dan gonjang-ganjing bila Presiden SBY mengganti terlalu banyak menteri. Dan itu, menurutnya, akan merepotkan SBY sendiri. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya