Berita

CENTURYGATE

Buya Syafii Sekata dengan JK, Ical, dan SP, KPK Tebang Pilih

SELASA, 14 SEPTEMBER 2010 | 07:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Tak hanya mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie, dan Ketua Umum Nasional Demokrat Surya Paloh, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif juga merasakan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi terkesan tebang pilih dalam menuntaskan kasus korupsi yang ada.

"Ya, itu memang terasa. Makanya pada masa yang akan datang KPK harus dipimpin oleh orang yang memliki wawasan lebih luas. Karena kasus Century ini harus dituntaskan agar kesan tebang pilih bisa dihindari. Kasus-kasus yang lain-lain juga (harus dituntaskan)," ujar Buya Syafii, panggilan akrabnya saat dihubungi Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 14/9).

Syafii kembali menegaskan, bahwa KPK harus memprioritaskan kasus korupsi yang menyangkut uang negara dan yang terkait hajat hidup orang banyak. Kasus bailout Bank Century, sebutnya, jelas, terkait dengan uang negara. Walaupun, dia menyadari, hal itu pernah dibantah sebelumnya oleh Wakil Presiden Boediono.


"Tapi kasus Bank Century ini sudah sangat telanjang (praktik koruptifnya). Anda bayangkan, bagaimana mungkin seorang tukang bengkel di Makassar dan tukang ojek di Tangerang bisa memiliki rekening dengan jumlah yang sangat besar," imbuhnya.

Dia sendiri pesimis KPK saat ini bisa menuntaskan mega skandal tersebut. 

"KPK ini tidak akan bisa bekerja (memberantas korupsi) untuk (kasus) yang lebih besar. Tidak mungkin itu, karena sudah dilemahkan," tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya