Berita

DPR STUDI BANDING

Ingin Cepat Tuntaskan RUU, Kok DPR Pilih Jalan-jalan?

SENIN, 13 SEPTEMBER 2010 | 15:54 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Rencana studi banding Pantia Kerja RUU Hortikultura dan Panitia Kerja RUU Kepramukaan merupakan bentuk tindakan kontraproduktif dari keinginan DPR untuk mengoptimalkan waktu yang tersisa dalam menuntaskan tunggakan legislasi.

"Kegiatan studi banding memakan waktu yang tidak sedikit. Padahal DPR sendiri selalu mengeluh keterbatasan waktu dalam membahas RUU," ujar Direktur Monitoring, Advokasi, dan Jaringan Pusat Studi Hukum & Kebijakan Indonesia (PSHK) Ronald Rofiandri dalam keterangan pers yang diterima Rakyat Merdeka Online (Senin, 13/9). 

"Lebih spesifik lagi, RUU Kepramukaan, statusnya, sebenarnya menuntaskan pembahasan DIM (daftar inventarisasi masalah). (Oleh larena itu), sebenarnya tidak perlu atau relevan lagi melakukan studi banding. Ini kesalahan fatal soal manajemen waktu yang dilakukan  DPR khususnya anggota Panja," imbuhnya.


Secara tidak langsung, masih kata Ronald, penjadwalan studi banding tersebut telah mengabaikan  spirit dan komitmen sebagaimana digariskan pimpinan  DPR, terkait dengan optimalisasi waktu anggota DPR untuk fungsi legislasi.

"Di  satu sisi juga, pola penganggaran DPR sendiri memberikan peluang adanya  pengalokasian anggaran studi banding untuk setiap RUU, tanpa ditentukan lebih dulu urgensi, relevansi, dan tujuan negara sebagai objek studi banding," demikian Ronald. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya