Berita

Hanura: Kapolri Baru Harus Kejar Boediono

SENIN, 13 SEPTEMBER 2010 | 12:50 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Setidaknya ada dua tugas utama Kepala Kepolisian Republik Indonesia pada mendatang. Kedua tugas itu adalah mengembalikan profesionalitas Polri sebagai pengayom dan pelindung masyarakat dan juga menegakkan hukum tanpa tebang pilih.

"Yang paling utama adalah melakukan reformasi secara total di internal Kepolisian. Banyak kejadian yang muncul saat ini, karena Polri tidak profesional. Kasus kerusuhan Buol yang menewaskan delapan orang contohnya. Polri juga masih bias arogan, sama seperti saat bergabung dengan TNI. Makanya, Polri harus bisa memberikan perlindungan, pengayoman serta memberikan rasa nyaman kepada masyarakat," ujar anggota Komisi III DPR Syarifuddin Sudding kepada Rakyat Merdeka Online (Senin, 13/9).

Untuk soal penegakan hukumnya, politisi Hanura ini menyoroti penyelesaian kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia dan bailout Bank Century. Di bawah kepemimpinan Jenderal Bambang Hendarso Danuri, sebut Sudding, Polri tidak maksimal dalam menuntaskan dua kasus tersebut.


"Kami melihat penegak hukum belum maksimal, ketika ada kepentingan penguasa dalam kasus tersebut. Kita tidak bisa berharap banyak Polri akan bekerja maksimal bila berhadapan dengan Istana. Selama ini masih sebatas pada masyarakat miskin. Saat berhadapan dengan Istana, Polri tidak punya nyali. Sampai saat ini penuntasan kasus Bank Century kita tidak jelas. Kita tahu di situ ada Boediono. Hal ini kita tanyakan nanti kepada mereka (calon Kapolri) saat fit and proper. Apalagi ini sudah menjadi rekomendasi DPR," tegasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya