Berita

TRAGEDI DI ISTANA

Mustafa Kamal: Manajemen Stasiun Lebih Baik dari Manajemen Istana

SENIN, 13 SEPTEMBER 2010 | 10:57 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Wafatnya seorang tunanetra, Joni Malela karena berdesak-desakan saat antre ingin menyalami Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada hari Lebaran kemarin menjunjukkan manajemen pihak Istana Negera dalam mengkoordinir massa amburadul.

"Ini kan terjadi karena manajemennya kurang canggih. Bahkan (manajemen istana) kalah canggih dengan manajemen stasiun kereta atau bandara. Di stasiun jumlah massa yang antera malah lebih banyak. Tidak ada musibah,"jelas Ketua Fraksi Mustafa Kamal kepada Rakyat Merdeka Online (Senin, 13/9).

Untuk itu, Mustafa yang juga anggota Komisi IV DPR ini menyesalkan acara open house dengan Presiden SBY itu memakan korban. Menurutnya, insiden tersebut sangat memprihatinkan. Makanya, dia berharap ke depan, manajemen istana harus lebih ditingkatkan.


"Saya berharap manajemen di Istana ini harus lebih baik lagi ke depan. Animo masyarakat yang tinggi untuk bertemu Presiden harus diimbangi dengan manajemen yang baik. Rakyat yang datang itu harus dilayani dengan baik. Mestinya selama mengantre disiapkan tempat duduk. Lalu dipanggil satu per satu atau per kelompok," sebutnya.

Terkait adanya bagi-bagi duit oleh pihak Istana kepada pengunjung, Mustafa mengaku belum bisa memastikan kebenaran informasi tersebut. Untuk itu, dia meminta pihak Istana mengklarifikasi hal itu karena menurutnya pemberian uang kepada rakyat di zaman sekarang ini tidak tepat.

"Kedatangan rakyat tidak murni untuk bertamu Presiden, tapi sekadar menari angpao, tidap tepat di zaman era reformasi ini. Itukan gaya-gaya feodel di masa lalu yang tidak perlu ditumbuhtradisikan pada perpolitikan sekarang ini. Karena ada nuansa manipulasi dan tidak sehat. Mudah-mudahan (kabar bagi-bagi duit) tidak benar," tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya