Berita

TRAGEDI DI ISTANA

SBY Teguhkan Diri Sebagai 'Presiden BLT'

SENIN, 13 SEPTEMBER 2010 | 09:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Acara bagi-bagi duit kepada mayarakat yang dibungkus lewat open house silaturrahim Lebaran merupakan cara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk dicitrakan dekat dengan rakyat. Namun sayang, acara open house itu harus berakhir dengan tragis dengan meninggalnya seorang tunanetra, Jhony Malela.

"Istana kan sebenarnya ingin dicitrakan dekat dengan rakyat. Tapi karena tidak pandai mengelolanya, kemudian berakhir tragis. Ini menjadi semacam pembuktian saja, bahwa tamu yang datang ke Istana saja, Presiden tak bisa mengelolanya. Apalagi mau mengelola negeri ini. Bayangkan, rakyat meninggal di halaman depan rumah Presiden," sebut pengamat politik dari Universitas Prof Dr Hamka M Dwi Fajri kepada Rakyat Merdeka Online (Senin, 13/9).

Selain itu, masih kata Fajri, cara SBY untuk dekat dengan rakyat masih belum berubah. SBY masih mengandalkan uang. Fajri kemudian mengingatkan, bahwa kemenangan SBY pada pemilihan presiden tahun 2009 lalu sedikit banyak juga dipengaruhi program bantuan langsung tunai yang ia telurkan menjelang akhir masa kepemimpinannya yang pertama.


"Apa yang dilakukan Presiden ini bisa disebut melanggengkan agar orang-orang tetap menjadi peminta-minta. Seorang Presiden kerjanya bukan bagi-bagi duit. Tapi membuat kebijakan dan program yang bisa menyejahterakan rakyat. Ini juga membutikan bahwa SBY kekurangan visi dalam membangun negeri ini," tegasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya