Berita

mustafa kamal/ist

5 MENTERI BAKAL DICOPOT

PKS: Pernyataan Ahmad Mubarok Cukup Didengarkan Saja

SENIN, 13 SEPTEMBER 2010 | 09:52 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Pernyataan anggota dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok bahwa akan ada lima menteri yang dicopot bersamaan dengan pergantian Kapolri dan jaksa Agung mestinya tidak menganggu kinerja para menteri dalam Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II.

Sebaliknya, para menteri sebaiknya memposisikan Gurubesar Ilmu Psikologi di UIN Jakarta itu sebagai orang tua yang sedang memberi nasihat.

"Pak Mubarok inikan sesepuh Partai Demokrat. Kami tentu terbuka terhadap pemikirannya dan itu akan memacu kinerja pemerintahan. Saya melihatnya dari segi positif, anggap saja ini sebagai pemacu adrenalin atau pecutan untuk bekerja lebih baik. Bukan menakut-nakuti atau intimidasi. Saya mengimbau jadikan itu sebagai nasihat dari orang tua. Tidak ada manfaatnya kalau dilihat dari segi negatif," ujar Ketua DPP PKS Mustafa Kamal kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Senin, 13/9).


Mustafa yang juga ketua Fraksi PKS ini sudah biasa mendengar pernyataan Ahmad Mubarok terkait dengan akan adanya reshuffle kabinet. Dari itu, PKS tidak yakin apa yang disampaikan Mubarok itu bakal jadi pertimbangan SBY dalam merombak kabinet.

"Ini tidak merupakan gaya politik SBY. SBY itu tidak mau didikte oleh orang lain apalagi oleh anak buahnya dari Partai Demokrat. Beliau sangat mandiri. Makanya kita ambil hikmah nya saja," sebutnya lagi.

Apakah dengan demikian pernyataan Mubarok ini sebaiknya diacuhkan saja?

"Kami sudah hafal langgap politik beliau (Ahmad Mubarok). Bahkan sudah hafal luar kepala, sudah ada tidak yang aneh lagi. Makanya, anggap saja nasihet orang tua. Jadi cukup didengar," cetusnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya