Berita

PAN Siap Kadernya Dikorbankan Demi Kesuksesan Pemerintahan SBY

SELASA, 07 SEPTEMBER 2010 | 14:40 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Partai Amanat Nasional (PAN) mendukung bila Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mereshuffle Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II demi untuk meningkatkan kinerja pemerintahan. Termasuk, bila salah satu menteri yang akan dicopot itu adalah kader PAN sendiri.

“Itu hak Presiden. Kalau memang merasa perlu untuk meningkat kinerja, kami semua mendukung. Termasuk bila kader kami dianggap kinerjanya kurang memuaskan dengan alat ukur yang objektif,” ujar Ketua DPP PAN Bara Hasibuan kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 7/9).

PAN mendukung perombakan kabinet untuk kepentingan yang lebih luas. Yaitu, agar pemerintahan SBY dimana PAN termasuk bagian dari koalisi berhasil membangun negeri ini.


“Yang jelas pemerintahan ini harus berhasil dan kami ada di dalamnya. Kalau memang untuk meningkatkan kinerja, Presiden bisa mereshuffle kabinet any time, tak perlu mendukung satu tahun,” tantangnya.

PAN sendiri, masih kata Bara, belum memberi penilaian terhadap kinerja kadernya yang ada di pemerintahan. Namun, dia menyiratkan, penilaian UKP4 tentang kinerja menteri dimana salah satu menteri yang mendapat rapor merah adalah Patrilialis Akbar tidak bisa digunakan untuk memvonis menteri layak untuk diresfhuffle.

“Itu kan sudah dijelaskan Pak Patrialis, bahwa (program) pembangunan LP (Lembaga Pemasyarakatan) tidak bisa dilakukan tepat waktu hanya karena masalah penganggaran saja. Kecuali, nanti Pak Kuntoro (Ketua UKP4) membuat penilaian secara comprehensive selama pemerintahan,” tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya