Berita

Tak Puas, Prajurit Angkat Senjata setelah Protes Melalui Tulisan?

SELASA, 07 SEPTEMBER 2010 | 09:16 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Kritik Kolonel (Pnb) Adjie Suradji, melalui sebuah tulisan di Harian Kompas terhadap kepemimpinan nasioal kemarin harus disambut dengan baik.

Tulisan itu merupakan cerminan dari masyarakat yang semakin terbuka dan demokratis tak terkecuali di tubuh TNI.

“Saya kira (tulisan) Kolonel Adjie Suradji itu merupakan cerminan masyarakat yang semakin terbuka dan demokratis. Bukan sesuatu hal yang harus dicemaskan tapi harus disambut dengan baik. Itu merupakan gambaran perkembangan demokrasi yang tumbuh dengan baik di negeri kita,” ujar pengamat politik-militer Yusron Ihza kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 7/9).


Selain itu, sebut mantan anggota Komisi I DPR itu, tulisan itu juga merupakan simbol ketidakpuasan Kolonel Adjie Suradji kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam memimpin negeri ini. Cara Kolonel Adjie Suradji menyalurkan ketidakpuasannya, sambungnya, harus diapresiasi. Karena ketidakpuasan itu disalurkan lewat tulisan secara terbuka, bukan dengan diam-diam lewat senjata.

“Tapi TNI tetap organisasi komando dengan  sistem hierarkis. Kalau sudah bicara senjata dan perang, semua harus tunduk pada komando. Prajurit tak boleh membantah.  Tapi untuk segi pemikiran, demokrasi di masyarakat sudah berimbas ke TNI dan itu positif,” sebutnya.

Apakah tidak ada kekuaitran, ketidakpuasan yang disalurkan lewat tulisan menjadi langkah awal menyalurkan ketidakpuasan lewat senjata?

“Tidak selalu demikian. Kita amati saja dulu secara pelan-pelan,” jawabnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya