Berita

JAKARTA CONSENSUS

Hidup di Masa Hot Peace, SBY Diragukan Samai Rekor Bung Karno di Zaman Cold War

SENIN, 06 SEPTEMBER 2010 | 12:57 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Gurubesar Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Satya Wacana Hendrawan Supratikno mengakui bahwa Indonesia pernah menorehkan prestasi sebagai perancang model bagi negara-negara lain.

Yaitu, pada masa Indonesia dipimpin oleh Presiden Soekarno. Saat ini Bung Karno mendeklarasikan gerakan non blok bersama negara-negara lain sebagai blok alternatif disamping blok barat dan blok timur kala itu.

"Seokarno hidup dalam era perang dingin (cold war), sehingga menawarkan pilihan alternatif, yaitu jalan non blok," ujar Hendrawan Supratikno kepada Rakyat Merdeka Online (Senin, 6/9).


Beda dengan Bung Karno yang hidup di zaman cold war, SBY memimpin Indonesia di era damai yang panas atau peace hot. Zaman peace hot ini ditandai dengan perang perdagangan antar blok state capitalisme dan market capitalisme.

Di zaman peace hot ini, Hendrawan tak yakin SBY mampu menyamai torehan Bung Karno yang menjadikan Indonesia sebagai perancang gerakan non blok di masa cold war. Pasalnya, SBY sendiri tidak konsisten menerapkan amanah konstitusi dalam bidang perekonomian, yaitu ekonomi Pancasila atau ekonomi kerakyatan.

"Kita belum punya modal pembangunan yang ditawarkan, karena belum sepenuhnya menerapkan amanat konstitusi," jelas anggota komisi VI DPR ini. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya