Berita

MIRANDAGATE

Penyuap dan Perantara Tak Ditemukan, Iberamsyah Yakin Tuyul Ikut Bermain

MINGGU, 05 SEPTEMBER 2010 | 15:03 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak ada waktu lagi untuk berleha-leha dalam membongkar kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda S Goeltom pada tahun 2004 lalu.

Setelah menetapkan 26 anggota Komisi  IX DPR periode 1999-2004 sebagai tersangka baru dalam kasus tersebut, kini saatnya KPK harus tegas terhadap saksi kunci yang diduga sebagai perantara antara penyuap dengan orang yang disuap, Nunun Nurbaiti.

“KPK harus tegas, cepat , mencari dimana keberadaan Nunun di Jakarta atau di Singapura. Kalau sakit harus segera dikunjungi lakukan second opinion harus pro aktif, jangan hanya percaya kepada pengacara atau suaminya saja. Kalau saya sih, tidak terlalu yakin (sakit). Itu hanya siasat saja,” ujar pengamat politik Iberamsyah kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Minggu, 5/9).


Guru besar Univeritas Indonesia ini mengatakan, dalam pengungkapan kasus suap ini KPK sedang dalam sorotan. Karena, sebutnya, bagaimana mungkin, penerima suap sudah ditetapkan sebagai tersangka, bahkan sebelumnya sudah empat orang divonis bersalah, sementara perantara pemberian, dan penyuap sampai saat ini belum jelas siapa orangnya. Makanya, kasus ini, tambahnya, masih menjadi pertanyaan besar di masyarakat.

“Tidak hanya Nunun. Miranda juga harus dipertanyakan. Sampai dimana Miranda berperan. Betulkah dia itu sebagai penyandang dana. Ini memang konspirasi, yang melibatkan banyak orang. Kalau memang tidak ditemukan penyandang dana, berarti tuyul dong yang menyuap. Kalau seperti itu, wajar lah KPK tidak berhasil menemukannya,” tandasnya.  [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya