Berita

mustafa kamal/ist

SENGKETA INDONESIA-MALAYSIA

Mustafa Kamal Minta Ical Tak Bermain Api

KAMIS, 02 SEPTEMBER 2010 | 10:23 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Meski menilai pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam menyikapi memanasnya hubungan antara Indonesia dan Malaysia normatif, Partai Keadilan Sejahtera tetap tidak akan ikut mengajukan hak interpelasi.

"Kalau itu dari awal, kami sudah menyatakan masalah hubungan internasional, apalagi dengan (negara) tetangga, dalam kondisi yang sedang krisis ini, harus ada kebersamaan dari seluruh komponen bangsa," ujar Ketua Fraksi PKS Mustafa Kamal kepada Rakyat Merdeka Online (Kamis, 2/9).

Bagi PKS, sebut anggota Komisi VI DPR ini, tidak istilah partai oposisi dan koalisi menyakut problem hubungan internasional dan juga masalah nasionalisme. Semua pihak, tambahya, harus duduk bersama memecahkan persoalan tersebut.


"Jangan jadikan masalah diplomasi internasional ini untuk kepentingan jangaka pendek. Saat ini kebersamaan dan nasionalisme kita sedang diuji. Jangan jadikan isu-isu internasional untuk pertikaian elit. Apalagi kalau datang dari teman koalisi," imbuh Mustafa.

Hal itu ia katakan merujuk pada Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie yang mendorong penggunaan hak interpelasi. Dari itu, ia sangat menyayangkan langkah Ical, panggilan akrab Aburizal Bakrie yang merupakan ketua harian sekretariat gabungan partai pendukung pemerintah.

"Kami sayangkan, mestinya Bang Ical harus terbuka soal ini. Ini tidak pernah dibicarakan di Setgab. Janganlah bermain-main api dalam masalah nasionalisme," sarannya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya