Berita

SENGKETA INDONESIA-MALAYSIA

Bila Perang Pecah, Irgan Pastikan Warga Melayu Tak akan Turut

RABU, 01 SEPTEMBER 2010 | 14:24 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Masyarakat yang berada di pesisir timur Pulau Sumatera dipastikan tidak akan ikut berperang andai perang antara Indonesia dengan Malaysia pecah.

Demikian dikatakan Ketua Umum Pemuda Melayu Sumatera Timur Irgan Chairul Mahfidz kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Rabu, 1/9).

"Karena kedekatan kultural dan hubungan persaudaraan yang erat bahkan adanya proses kawin-mawin antar keluarga di antara kedua negeri yang punya budaya sama yakni, Melayu," jelas Irgan.


Tindakan pelemparan kotoran oleh aktivis Banteng Demokrasi Rakyat (Bendera) pada pekan lalu ke Kedubes Malaysia, sambung Irgan, sesungguhnya tidak hanya pukulan bagi warga malaysia.

"Tapi juga menyakiti hati masyarakat Melayu yang punya tradisi saling menghormati, menghargai, tidak menghina-dina dengan cara cara yang kurang elok," sebut Irgan yang juga Sekjen DPP Partai Persatuan Pembangunan ini.

Meski demikian bukan berarti warga Melayu tidak mempertahankan kedaulatan Negara Kesautan Republik Indonesia. Bagi masyarakat Melayu, sebutnya, persoalan kedaulatan NKRI harga mati dan tidak ada satu negara pun yang berhak mengganggu kedaulatan, termasuk Malaysia.

"Namun segala hal yang berkaitan dengan kemarahan dan bentuk protes, hendaknya tidak melampaui batas adat istiadat ketimuran yang selama ini dipelihara dengan baik," tegasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya