Berita

Habib Selon Juga Minta Polri Dibubarkan bila FPI Dibredel

SELASA, 31 AGUSTUS 2010 | 09:34 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Institusi kepolisian tidak jauh berbeda dengan organisasi kemasyarakan. Sama dengan ormas, Polri juga memiliki anak buah dan kepala atau ketua.

"Di Kepolisian juga ada oknum yang melakukan kekerasan, membekingi penjualan narkoba, terlibat pelecehan seksual. Bahkan ada yang melatih para teroris, seperti Sofyan Sauri. Itu yang lebih dahsyat. Kenapa tidak dibubarkan saja Polri. Kan sama saja dengan ormas. Jadi kita harus berfikir sebaliknya," sebut Ketua Umum Front Pembela Islam DKI Jakarta Habib Selon kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 31/8).

Habib Selon menegaskan, seandainya ada oknum atau anggota FPI yang melakukan pelanggaran hukum, polisi dipersilakan untuk menindaknya. Tapi jangan organisasinya dibubarkan. Hal itu, sebutnya, sudah sering ditegaskan oleh petinggi FPI.


"Kan sudah ada contohnya. Pada tahun 2008 ada insiden dengan AKKBB (Aliansi Kebangsaan Untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan). Habib Riziq dan Munarman ditangkap. Kalau memang bersalah, ya silakan ditindak. Jangan organisasinya dibubarkan. WC saja ada gunanya," tegasnya.

Kemarin Komisi II, III, VIII DPR menggelar rapat gabungan bersama Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Menteri Agama Suryadharma Ali, Kepala Kepolisian RI Jenderal Bambang Hendarso Danuri, Jaksa Agung Hendarman Soepandji dan Kepala Badan Intelijen Negara Jenderal Sutanto di gedung DPR, Jakarta.

Pada kesempatan tersebut, Kapolri mengatakan FPI telah melakukan aksi kekerasan sepanjang tahun 2010 sebanyak 49 kali. Kapolri mengusulkan agar ormas yang kerap berbuat kekerasan itu sebaiknya dibekukan atau dibubarkan. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya