Berita

BAMBANG Vs BUSYRO

PAN Nilai Pansel Permudah Kerjaan Komisi III DPR

SENIN, 30 AGUSTUS 2010 | 16:41 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Panitia Seleksi Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi dinilai telah meringankan pekerjaan Komisi III DPR menentukan siapa yang layak jadi pimpinan KPk dalam fit and proper test.

Pasalnya, dua nama calon KPK hasil seleksi Pansel KPK, Bambang Widjojanto dan Busyro Muqoddas, dinilai merupakan figur-figur yang tepat untuk menduduki kursi pimpinan KPK.

Jadi anggota Komisi III DPR tinggal menentukan satu di antara dua nama terbaik itu. Demikian dikatakan anggota Komisi III DPR dari Ahmad Rubaie kepada Rakyat Merdeka Online (Senin, 30/8).


Wakil Ketua Fraksi PAN ini menilai Bambang dan Busyro sama-sama memiliki kelebihan. Bambang, sebutnya, berpengalaman dalam dunia advokasi dan penegakan hukum. Karena selain banyak terlibat di berbagai lembaga swadaya masyarakat, Bambang juga sebagai pengacara.

"Tapi ingat, kalau jadi pimpinan, jangan dijadikan KPK layaknya LSM. KPK itu kolektif kolegial, bukan berdasarkan individu-individu," ungkapnya.

Sedangkan, Busyro, masih kata politisi asal daerah pemilihan Madura ini, telah memiliki pengalaman dalam memimpin sebuah lembaga negara seperti KPK, yaitu Komisi Yudisial. Selama di KY, tambahnya, Busyro berhasil menjadikannya sebagai lembaga yang terhormat.

"Kalau pun ada yang menilai Busyro lemah dan tidak tegas, itu bukan karena sikapnya. Tapi karena kewenangan KY yang dipangkas oleh MK," tukasnya.

Meski demikian, dia menambahkan, PAN belum menentukan sikap akan memilih siapa di antara dua nama orang tersebut. PAN masih akan menunggu proses fit and proper test digelar. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya