Berita

Kemdiknas Percepat Penyaluran Bos dan Pencapaian SPM

MINGGU, 29 AGUSTUS 2010 | 22:44 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Guna mempercepat penyaluran ke sekolah-sekolah di daerah, mulai 2011 dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) akan dimasukkan sebagai dana transfer daerah dan langsung masuk ke dalam Anggaran Pendapata Belanja Daerah (APBD) masing-masing kabupaten/kota sehingga tidak lagi dikelola oleh pusat maupun provinsi.

Hal tersebut disampaikan Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Nasional Didik Suhardi saat memberikan keterangan pers di Kemdiknas, Jakarta Kemarin.

“Langkah ini dilakukan untuk mengurangi keterlambatan penyaluran di semua kabupaten. Dengan model transfer daerah ini karena uangnya langsung masuk kabupaten maka penyaluran BOS bisa makin cepat. Kalaupun terjadi hambatan, bisa dilokalisir di salah satu kabupaten saja," kata Didik.


Nantinya dana BOS langsung ditransfer dari Kementerian Keuangan ke kabupaten/kota dan tidak melalui provinsi lagi. Selanjutnya, kabupaten/kota menyalurkan ke masing-masing sekolah.

Didik menjelaskan, besarnya unit cost dana BOS termasuk BOS Buku pada 2011 direncanakan sama dengan 2010 yaitu untuk SD/SDLB kabupaten Rp 397.000, SD/SDLB Kota Rp 400.000, SMP/SMPLB/SMPT kabupaten Rp 570.000, dan SMP/SMPLB/SMPT kota Rp 575.000.

Selain percepatan dana BOS Kemdiknas juga mentargetkan pencapaian standar pelayanan minimal (SPM) pendidikan bagi seluruh jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) pada 2013.

SPM pendidikan ini menjadi tolak ukur kinerja pelayanan pendidikan dasar yang berlaku bagi pemerintah kabupaten/kota dan satuan pendidikan. Untuk kabupaten/kota indikator dikelompokkan ke dalam aspek ketersediaan, kualifikasi, dan kompetensi guru/kepala sekolah serta ketersediaan, kualifikasi, kompetensi pengawas, dan frekuensi pengawasan.

Sedang SPM bagi satuan pendidikan terdiri atas 13 indikator dikelompokkan  ke dalam aspek isi pembelajaran, proses pembelajaran, penilaian pendidikan, buku, peralatan, dan media pembelajaran

Untuk SMP, lanjut Didik, program yang diluncurkan Kemdiknas ini diprioritaskan bagi sekolah-sekolah yang saat ini belum mencapai SPM, jumlahnya sekitar 40 persen dari 30.118 SMP baik negeri maupun swasta

Program-program untuk mendukung tercapainya SPM antara lain, Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan blockgrant. Dia mencontohkan, pemenuhan SPM dicapai misalnya melalui pengadaan buku teks pada program BOS dan pengadaan peralatan dan sarana prasarana melalui program DAK.

"Pemda juga diminta membuat program untuk menunjang sekolah mencapai SPM,” pungkasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya