Berita

BURSA PIMPINAN KPK

Hanura Pilih Calon yang Berani Tuntaskan Kasus yang Nyerempet Istana

MINGGU, 29 AGUSTUS 2010 | 11:37 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Dua calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, Bambang Widjojanto dan Busyro Muqoddas harus bersedia menandatangani fakta integritas menuntaskan kasus bailout Bank Century. Karena hal itu itu merupakan syarat yang sudah menjadi harga mati bagi Fraksi Hanura.

"Kami akan melihat komitmen, keberanian dan keseriusan mereka dalam mengusut kasus-kasus besar ada di KPK yang mengarah pada jantung ke kekuasaan. Karena saat ini tidak jelas juntrungannya," ujar Wakil Ketua Fraksi Hanura Syarifuddin Sudding kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Minggu, 29/8).

Kasus yang mengarah ke jantung kekuasaan yang dimaksud anggota Komisi III DPR ini adalah penyelesaian kasus bailot Bank Century. Karena sejauh ini, ungkapnya, tidak progress dari apa yang dilakukan KPK dalam menuntaskan kasus yang telah merugikan negara sebesar Rp 7,6 miliar itu.


"Mau tidak mereka menandatangani fakta integritas, berjanji dalam 2 atau 3 bulan ke depan, kasus ini sudah ada peningkatan status, dari penyelidikan ke penyidikan dan menetapkan tersangka. Kalau mereka tidak mau, ya kami akan tolak keduanya," tegas Sudding.

Sudding mengakui saat ini banyak penyelesaian kasus korupsi yang mendapat sorotan dari masyarakat. Tapi, menurutnya, yang paling mencolok di antara semua kasus itu adalah kasus Bank Century.

"Ini sudah diputuskan secara politik oleh DPR. Kalau KPK tidak menindaklanjutinya, sia-sia lah kerjaan Pansus selama berbulan-bulan dan uang negara yang telah banyak dihamburkan. DPR sudah selayaknya merasa terhina," tegasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya