Berita

Untuk Efektifitas, Muzakki Diminta Salurkan Zakat Lewat Lembaga

MINGGU, 29 AGUSTUS 2010 | 10:53 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Umat Islam yang akan mengeluarkan zakat pada Bulan Ramadhan tahun ini harus memanfaatkan lembaga-lembaga zakat yang ada.

Demikian dikatakan dosen Universitas Prof Dr Hamka (Uhamka) Muhammad Dwi Fajri kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Minggu, 29/8).

Menurut Fajri, manfaat zakat dan proses penyaluran zakat akan bisa berlangsung secara efektif bila para muzakki (pembayar zakat) mempercayakan kepada lembaga-lembaga zakat untuk menyalurkan hartanya. Pertama, sebut Fajri, pemanfaatan lembaga zakat akan menghindari muzakki dari sikap riya dan sombong. Karena muzakki tidak bertemu secara langsung dengan mustahik (penerima zakat).


"Cara ini juga agar para mustahik tetap diperlakukan sebagai 'manusia.' Karena dia tetap sebagai manusia merdeka yang tidak dipertontonkan ketika hendak menerima zakat. Bayangkan kalau sudah terjadi antrean, ada semacam perendahan martabat mustahik," ucapnya.

Selain itu, sambungnya, cara ini juga untuk menghindari hal-hal yang tidak diingankan. Pasalnya, sudah sering terjadi ada korban jatuh, saat para mustahik berdesakan menerima zakat.

"Belum lagi, satu orang bisa saja menerima banyak zakat dari beberapa muzakki. Karena tidak kontrol dan data base yang dimiliki muzakki. Asal dapat kupon, si mustahik bisa ikut kemana-mana dalam pemberian zakat," tutur penyunting buku Manazemen ZIS ini.

Dengan pemanfaatan lembaga zakat, masih kata Fajri, dana zakat akan bisa diberdayakan secara maksimal. Karena Lembaga zakat memiliki data base dan sistem yang matang dalam hal penghimpunan, pengelolaan dan pendistribusian dana zakat. Meski dia juga sedikit mengkritik lembaga-lembaga zakat yang ada.

"Saat ini terkesan, antarlembaga zakat ada persaingan dalam memburu harta zakat. Bayangkan, di satu tempat ada bisa banyak lembaga zakat," ungkapnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya