RMOL. Umat Islam yang akan mengeluarkan zakat pada Bulan Ramadhan tahun ini harus memanfaatkan lembaga-lembaga zakat yang ada.
Demikian dikatakan dosen Universitas Prof Dr Hamka (Uhamka) Muhammad Dwi Fajri kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Minggu, 29/8).
Menurut Fajri, manfaat zakat dan proses penyaluran zakat akan bisa berlangsung secara efektif bila para muzakki (pembayar zakat) mempercayakan kepada lembaga-lembaga zakat untuk menyalurkan hartanya. Pertama, sebut Fajri, pemanfaatan lembaga zakat akan menghindari muzakki dari sikap riya dan sombong. Karena muzakki tidak bertemu secara langsung dengan mustahik (penerima zakat).
"Cara ini juga agar para mustahik tetap diperlakukan sebagai 'manusia.' Karena dia tetap sebagai manusia merdeka yang tidak dipertontonkan ketika hendak menerima zakat. Bayangkan kalau sudah terjadi antrean, ada semacam perendahan martabat mustahik," ucapnya.
Selain itu, sambungnya, cara ini juga untuk menghindari hal-hal yang tidak diingankan. Pasalnya, sudah sering terjadi ada korban jatuh, saat para
mustahik berdesakan menerima zakat.
"Belum lagi, satu orang bisa saja menerima banyak zakat dari beberapa
muzakki. Karena tidak kontrol dan data base yang dimiliki muzakki. Asal dapat kupon, si mustahik bisa ikut kemana-mana dalam pemberian zakat," tutur penyunting buku
Manazemen ZIS ini.
Dengan pemanfaatan lembaga zakat, masih kata Fajri, dana zakat akan bisa diberdayakan secara maksimal. Karena Lembaga zakat memiliki data base dan sistem yang matang dalam hal penghimpunan, pengelolaan dan pendistribusian dana zakat. Meski dia juga sedikit mengkritik lembaga-lembaga zakat yang ada.
"Saat ini terkesan, antarlembaga zakat ada persaingan dalam memburu harta zakat. Bayangkan, di satu tempat ada bisa banyak lembaga zakat," ungkapnya.
[zul]