Berita

MALAYSIA Vs INDONESIA

Rachmawati: Konsep Zero Enemy Tak Berlaku Bila Malaysia Lecehkan Kita

JUMAT, 27 AGUSTUS 2010 | 10:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Konsep politik luar negeri million friends and zero enemy seperti yang disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada saat menyampaikan pidato kenegaraan pada 16 Agustus lalu mestinya tidak berlaku bila ada sebuah negara melecehkan Indonesia.

Demikian dikatakan Rachmawati Soekarnoputri kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Jumat, 27/8) menanggapi lambannya pemerintah dalam menuntaskan penangkapan tiga petugas Dinas Kelautan dan Perikanan oleh Polisi Diraja Malaysia beberapa saat lalu meski saat ini sudah dilepaskan.

Zero enemy itu yang bagaimana. Kalau kedaulatan kita sudah tergadai masih juga menerapka zero enemy, ya jadi nggak lucu. Ibarat kita diinjak-injak tapi juga memberikan leher kita. Jadi harus jelas enemy-nya. Kalau pada zaman Bung Karno melawan neokolim. Dalam Alquran juga disebutkan, kita harus melawan kebatilan,” tegas Rahma.


Menurut Rahma, pemerintah terkesan tidak berani bertindak tegas kepada negara lain yang kerap melecehkan negara sendiri karena abai terhadap wasiat yang telah ditinggalkan founding fathers. Disebutkan, Bung Karno mengatakan ada tiga hal yang harus dijaga. Yaitu, kedaulatan politik, kemandirian ekonomi,  dan kepribadian dalam kebudayaan.

“Mestinya harus bersikap tegas. Kita punya konsep yang jelas dalam menjaga kedaulatan kita. Tidak seperti ini, ada yang bilang dibarterlah dan bagaimana TKI kita diperlukan di Malaysia. Emang kita tidak punya sumber daya alam apa,” katanya mempertanyakan. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya