Berita

BURSA PIMPINAN KPK

Tak Tahan Kritik, Jimly Pilih Eksit Secara Elegan dari Bursa Pimpinan KPK

JUMAT, 27 AGUSTUS 2010 | 09:15 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Sebagai ahli hukum tatanegara, Jimly Asshiddiqie mestinya tahu bahwa Panitia Seleksi Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi hanya memilih anggota pimpinan KPK, bukan ketua KPK yang akan menggantikan Antasari Azhar.

Karena, sebagaimana dikatakan anggota Komisi III DPR Ahmad Rubaie untuk menentukan orang yang akan jadi Ketua KPK, itu ada pada wilayah DPR setelah lima orang pimpinan KPK terpenuhi. "Saya yakin, Prof Jilmy dalam posisi tidak berpura-pura tidak tahu. Sebagai seorang guru besar, dia pasti tahu bahwa Pansel bukan memilih ketua KPK," ujar Ahmad Rubaie kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Jumat, 27/8).

Politisi PAN ini menilai statement Jimly bahwa akan mundur dari pimpinan KPK jika tidak terpilih sebagai ketua KPK hanya cara bagi Jimly untut eksit dari bursa pimpinan KPK secara elegan. Karena, menurutnya, kritik yang dilontarkan sejumlah LSM pegiat anti korupsi telah membuat kejiawaan Jimly terpengaruh.


"Kalau dikritik saja tidak kuat. Bagaimana kalau sudah jadi pimpinan KPK. Karena pasti ada teror, karena ini mengurusi sesuatu yang berisiko. Makanya saya hormati pimpinan KPK yang ada sekarang yang masih bisa bertahan meski terus dikrik," ujarnya.

Dari itu dia mengamini tanggapan anggota Pansel KPK Todung Mulya Lubis yang mengatakan bahwa Jimly telah membuat statement self disqualification yang akan dijadikan Pansel sebagai pertimbangan untuk menentukan Jimly.

"Pastilah harus jadi pertimbangan. Pernyaatan Pak Todung itu sudah signal bahwa Pak Jimly akan digugurkan," tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya