Berita

'BD' Ganja Tertangkap Setelah Ditendang dari Motornya

KAMIS, 26 AGUSTUS 2010 | 10:39 WIB | LAPORAN:

RMOL. Laki-laki berusia 28 tahun ini bernama Asep Yana. Dia dicari polisi. Ya, Asep yang pernah mendekam di sel pengap Polres Sumedang dan menikah di tahanan ini tak kapok. Dia kembali jualan ganja. Beberapa kali Asep disergap. Tapi dia berhasil meloloskan diri.

Tapi, Asep yang warga Kampung Canukur, Sukaluyu, Ganeas, Sumedang ini tidak bisa berkutik. Dia dipepet polisi. Kemudian motornya ditendang. Asep ambruk di aspal tertindih sepeda motor.

Ketika digeladah, polisi menemukan delapan paket ganja siap edar. Barang itu disembunyikan di helm tiga paket. Dan lima paket di saku celananya.


Ceritanya berawal kala Asep melaju dari arah Sumedang menuju Ganeas. Dua polisi dari unit Narkoba Polres Sumedang membuntuti. Ya, polisi mengetahui jika Asep usai transaksi ganja.
 
Polisi mencoba menghentikan. Tapi Asep malah tancap gas. Tepat di depan SMAN II Sumedang, di Rancapurut, Kecamatan Sumedang Utara, polisi menyalip. Lalu motor Asep ditendang. Karuan dia terjatuh. Cepat Asep ditangkap.

Dua motor berjatuhan dan membuat kaget warga yang ada di lokasi. Mereka berkerumun dan setelah melihat anggota polisi yang menangkap pelaku sebagian masyarakat menyingkir. Arus lalu lintas Sumedang-Situraja-Wado sempat macet karena banyak yang ingin melihat aksi penangkapan pengedar ganja. Lalu lintas bisa dicairkan setelah anggota yang lain berdatangan.

Menurut Asep, dirinya tidak menyangka akan tertangkap polisi ketika sedang membawa ganja. Katanya delapan paket ganja itu milik Ridwan alias Sobana (29).

“Dia pengedar dan pernah dihukum karena kasus yang sama,” kata Asep, (25/8).

Polisi cepat bergerak. Ridwan yang warga Canukur, Desa Sukaluyu, Kecamatan Ganeas, ditangkap. Dikatakan Sobana, ganja itu dibeli Rp 25 ribu per paketnya dari Cicadas, Bandung. [arp]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Dirgahayu Pandeglang ke-152, Gong Salaka!

Rabu, 01 April 2026 | 18:04

Klaim Nadiem Dipatahkan Jaksa: Rekomendasi JPN Tak Dilaksanakan

Rabu, 01 April 2026 | 18:03

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Macet, Legislator Golkar Koordinasi dengan APH

Rabu, 01 April 2026 | 17:40

Pariwisata Harus Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal

Rabu, 01 April 2026 | 17:24

Harta Gibran Tembus Rp 27,9 Miliar di LHKPN 2025

Rabu, 01 April 2026 | 17:03

Purbaya Pede Defisit APBN 2026 di Bawah 3 Persen

Rabu, 01 April 2026 | 17:00

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Sulit Dihindari

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Menaker Yassierli Imbau Swasta dan BUMN Terapkan WFH Sehari dalam Sepekan

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Selisih Harga BBM Nonsubsidi Ditanggung Pertamina

Rabu, 01 April 2026 | 16:44

Selengkapnya