Berita

Gurubesar UI: Tak Hanya Pengamat, Sesepuh Jenderal juga Gerah dengan SBY

KAMIS, 26 AGUSTUS 2010 | 08:41 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Pernyataan Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring bahwa para pengamat kerap berlebihan dalam menilai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terus menuai kecaman.

Setelah mantan juru bicara presiden era pemerintahan Abdurrahman Wahid, Adhi Massardi, kini giliran Gurubesar Ilmu Politik Universitas Indonesia, Iberamsyah angkat bicara. Iberamsyah menegaskan, pengamat itu tidak punya kepentingan apa-apa. Pengamat hanya mengungkapkan sesuatu berdasarkan fakta dan data yang terjadi.

"Saya ini akademisi, tidak punya kepentingan apa-apa kecuali untuk perbaikan negeri ini. Saya tidak mau melebih-lebihkan sesuatu yang tidak ada. Saya tidak mau memberi komentar yang sebelumnya saya tidak ketahui. Apalagi ini bulan puasa," ujar Iberamsyah kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Kamis, 26/8).


Iberamsyah mengatakan, penilaian pengamat bahwa Presiden SBY sering ragu, lamban, bahkan cering curhat dalam merespons berbagai persoalan yang dihadapai rakyat adalah fakta. Bahkan, ujarnya, tak hanya pengamat, sesepuh TNI, Jenderal (Purn) Tri Sutrisno, kemarin ketika bertemu dengan pimpinan MPR juga merasakan hal yang sama sambil mengkritik kepemimpinan nasional.

"Artinya tidak hanya pengamat, sesepuh jenderal juga merasakan hal yang sama. Jadi tidak ada yang dilebih-lebihkan. Semua sesuai fakta," katanya lagi. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya