RMOL. Komisi Pemberantasan Korupsi dinilai sudah tidak punya keinginan lagi untuk mengusut tuntas kasus bailout Bank Century.
Demikian dikatakan aktivis Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi (Kompak) Ray Rangktui kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Rabu, 25/8).
Pasalnya, rapat gabungan yang sedianya digelar hari ini bersama Tim Pengawas Century dengan penegak hukum lainnya batal digelar. Salah satu alasannnya, KPK tidak bisa hadir karena menggelar sosialisasi LHKPN kepada pejabat di beberapa kementerian pada saat yang bersamaan.
"Aneh, masak jauh lebih penting sosialisasi daripada menindak. Sosialisasi itukan program tambahan. Program pokoknya adalah menindak dan memberantas kasus korupsi. Saat ini ada dugaan korupsi kasus Bank Century," ujar Ray.
Selain itu menurut Ray, saat ini banyak lembaga yang menggelar sosialisasi anti korupsi. Seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan LSM anti korupsi lainnya. Dari itu, Ray kembali mengatakan, mestinya KPK memprioritaskan penindakan dugaan tindak pidana korupsi, bukan sosialisasi.
"Apalagi selama ini KPK mengeluhkan tidak ada koordinasi antara lembaga penegak hukum. Tapi setelah difasilitasi oleh Tim Pengawas Century, mereka tidak datang. Hanya karena sosialisasi LHKPN," imbuh Ray.
Untuk itu, tambah, Ray mestinya DPR merasa tak bisa dipermainkan begitu saja. Karena itu, DPR perlu melakukan tindakan tegas kepada KPK.
"Sikap tegas DPR bisa dengan memberikan mosi tidak percaya. Atau mereka meminta mundur keempat pimpinan KPK saat ini. Karena sudah tidak ada gunanya lagi. Masak kerjanya sosialsisasi dan periksa camat dalam kasus suap Bekasi. Secara moral sudah tidak bisa diharapkan lagi," tegas Ray.
[zul]