Berita

Tingkatkan Kualitas Lulusan, SMK Bakal Bermitra Dengan Politeknik

MINGGU, 22 AGUSTUS 2010 | 19:57 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Guna meningkatkan kualitas lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang mampu bersaing di dunia kerja, Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) pada 2011 menetapkan akan mengembangkan pendidikan vokasi jenjang dan politeknik sebagai prioritas bidang pendidikan.

Ke depan, Politeknik akan memandu SMK dan membuka program-program yang ekuivalen dengan diploma satu (D1). Selain itu, politeknik juga didorong untuk bermitra dengan industri-industri terkait, seperti agro bisnis maupun manufacturing.

Diungkapkan Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Joko Sutrisno, pola kemitraan yang akan dilakukan berbasiskan keahlian di politeknik dan SMK. Program ini, lanjut dia, dikombinasikan dengan program produktif bersama mitra industri. Program kemitraan ini juga bertujuan untuk meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) lulusan SMK yang meneruskan ke jenjang perguruan tinggi dari 17 persen naik menjadi 30 persen.


"Kita akan mencoba bermitra dengan politeknik," katanya kepada wartawan di gedung Kemendiknas Jalan Jenderal Sudirman Jakarta, kemarin.

Terkait program yang ekuivalen dengan diploma satu (D1), Joko mengunggkapkan, SMK yang dipilih pada program ini adalah SMK Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (SMK-RSBI). Dia menyebutkan, saat ini ada 350 SMK RSBI.

"Dari 350 (sekolah) ini  politeknik akan memilih mitranya. Misalnya untuk membuat program D1," sambungnya.

Joko menyebutkan, sampai saat ini politeknik yang telah bermitra dengan SMK diantaranya Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Politeknik Manufaktur Bandung, Akademi Tehnik Mesin Industri (ATMI) Surakarta, dan Politeknik Negeri Malang.

Joko membahkan, SMK juga didorong untuk membangun pebisnis pertanian yang tangguh pada 5-10 tahun mendatang. Karena itu Kemdiknas terus melakukan program pemantaban SMK pertanian untuk menghasilkan lulusan yang berkiprah dalam dunia pertanian.

"Mulai dari sekarang dikenalkan bagaimana kehidupan bisnis pertanian, bercocok tanam, panen, mengolah hasil panen, sampai dengan menghitung volume kebutuhan pasar," katanya.  [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya