Berita

Imparsial Tegaskan SBY Bertanggung Jawab, Demokrat Pertanyakan Polri

MINGGU, 22 AGUSTUS 2010 | 08:59 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Berbeda dengan aktivis Imparsial yang menganggap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus bertanggung jawab, Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat Ramadhan Pohan mempertanyakan absennya pihak kepolisian saat insiden terjadi.

Hal ini terkait dengan insiden pembunuhan yang menimpa kontributor Sun TV Ridwan Salamun di Tual, Ambon pada Sabtu kemarin (21/8).

"Insiden ini jelas-jelas melanggar UU Pers Pasal 8 yang menyatakan wartawan dalam melaksanakan profesinya mendapatkan perlindungan hukum," ujar Ramadhan menegaskan dalam keterangan pers yang diterima Rakyat Merdeka Online.


Untuk itu Ramadhan mendesak pihak kepolisian mengusut tuntas kasus pembunuhan Ridwan, agar kasus serupa jangan sampai terulang kembali.

"Kita harus ingat, riset Aji-Seapa membuktikan tingginya angka pembunuhan jurnalis di Filipina adalah karena impunitas. Jadi Polri harus serius mengusut tuntas setiap kasus pembunuhan jurnalis, agar jangan sampai hal di Filipina terjadi di Indonesia karena para pelaku merasa bisa lepas dari jeratan hukum dan main hakim sendiri," desak anggota Komisi I DPR ini.

Sebagaimana telah diberitakan, aktivis Imparsial, Araf menegaskan, tewasnya Ridwan Salamun menunjukkan pemerintah telah gagal dalam memberikan rasa keamanan kepada wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik. Untuk itu, dia mendesak, SBY harus bertanggung jawab.

"SBY harus bertanggung jawab atas kekerasan jurnalis dan pembela HAM ini. Kami juga menghimbau agar jurnalis tetap tegar," lanjut Araf.  [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya