Berita

Nusantara

Pulau Nusakambangan Lindungi Cilacap dari Bahaya Tsunami

SABTU, 21 AGUSTUS 2010 | 22:39 WIB | LAPORAN:

RMOL. Nusakambangan, sebuah pulau dimana sebuah LP bagi pelaku kriminal berat didirikan, ternyata memiliki manfaat luar biasa bagi warga Cilacap kota. Nusakambangan menjadi tameng Cilacap jika terjadi tsunami di Samudera Selatan Jawa.

“Juli Tahun 2006 ketika terjadi tsunami Pangandaran Kota Cilacap tetap utuh. Begitu pun dengan warga pesisirnya. Mereka semua selamat,” ujar Ketua 3 Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cilacap, Parjo, sesaat lalu.

Parjo mengaku tidak membayangkan seandainya Nusakambangan tidak ada. Bisa jadi, Kota Cilacap juga akan luluh lantak seperti kota lain yang dihantam tsunami.


Wilayah Cilacap yang relatif aman dari  hantaan tsunami adalah wilayah kota dan Cilacap Timur. Lebih ke Timur lagi, seperti Adipala dan pantai Widarapayung sudah tidak lagi terlindungi. Saat terjadi tsunami empat tahun lalu, dua wilayah ini menjadi  wilayah terparah. Puluhan orang menjadi korban ganasnya ombak setinggi 4 meter.

Koordinator LSM Bina Alam Lestari (BAL) Cucu Iskandar mengatakan, efektifitas Nusakambangan untuk menahan hantaman tsunami perlu dijaga. Salah satunya dengan menjaga kelestarian hutan primer dan hutan bakau di sekitarnya. Selain itu, penambangan pasir besi juga harus dikurangi untuk menjaga kelestarian hutan.

Abrasi terus menerus bisa menyebabkan ketingggian pulau Nusakambangan berkurang. Dengan demikian, jika suatu saat terjadi tsunami, air tetap menerjang hingga wilayah Pelabuhan Tanjung Intan dan kota.

Nusakambangan harus dijaga agar tetap lestari. Jangan sampai Nusakambangan rusak. Pasalnya, Nusakambangan menjadi tameng jika terjadi tsunami atau gelombang tinggi,” jelasnya.

Sabtu Pukul 18.41 WIB, warga Cilacap kembali merasakan gempa yang berpusat di 8.03 Lintang Selatan (LS), 110.39 Bujur Timur (BT), berada di 15 kilometer tenggara Bantul. Pusat gempat di kedalaman 10 kilometer di bawah laut. [arp]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya