Berita

GRASI KEPADA KORUPTOR

Hanura: Agenda Pemberantasan Korupsi SBY hanya Omong Doang

JUMAT, 20 AGUSTUS 2010 | 08:28 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Keseriusan pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi semakin diragukan.

Demikian dikatakan Wakil Ketua Fraksi Hanura Syarifuddin Sudding kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Jumat, 20/8).

Hal itu ia katakan saat dimintai tanggapan atas pemberian grasi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada terpidana korupsi penyalahgunaan dana perangsang pungutan sumber daya alam (migas), dana studi kelayakan Bandara Kutai, dana pembangunan Bandara Kutai, dan penyalahgunaan dana pos anggaran kesejahteraan masyarakat, yang juga mantan Bupati Kutai Kertanegara, Syaukani HR.


"Saya pikir ini salah satu bukti ketidakseriusan pemerintah dalam hal pemberantasan tindak pidana korupsi. Dalam berbagai kesempatan Pak SBY berpidato, memberantas korupsi. Ternyata implementasi dan ucapannya tidak sesuai dengan kenyataan. Saya katakan ini adalah satu bukti menunjukkan pemerintah tidak bersungguh-sungguh," tegas anggota Komisi III DPR ini.

Sudding mengatakan, pemberian grasi dan juga remisi bagi para koruptor tentu tidak akan membuat jera para pelaku. Karena ada peluang untuk bisa mengurangi masa tahanan.

"Masalah grasi terhadap Syaukani ini nauzu billah. Pemberian remisi dan grasi memang secara normatif tidak dilarang. Tapi ketika pemerintah serius untuk memberantas korupsi, saya kira seharusnya tidak diberikan. Jadi pemerintah hanya retorika," tandas Sudding. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya