Berita

Tahan Ustad Abu Sampai Desember, Niat Densus 88 Hanya Cari Dollar Semakin Clear

RABU, 18 AGUSTUS 2010 | 12:54 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Perpanjangan masa penahanan Amir Jamaah Ansharut Tauhid Abu Bakar Baasyir sampai bulan Desember disayangkan. Pasalnya, sikap Ustad Abu sendiri sudah jelas hanya akan memberi keterangan di Pengadilan.

"Sampai Desember itu pakai UU terorisme. Ditahan selama empat bulan. Ustad Abu tidak mau diperiksa, hanya mau memberikan keterangan nanti di pengadilan. Jadi ngapain nunggu sampai habis masa tahanan. Segera saja limpahkan ke pengadilan," ujar orang dekat Ustad Abu, Fauzan Al-Anshori kepada Rakyat Merdeka Online (Rabu, 18/8).

Fauzan mencium ada agenda tersembunyi dibalik perpanjangan masa penahanan Ustad Abu tersebut. Pada September mendatang, Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama akan melawat ke Indonesia. Fauzan melihat, kedatangan Obama itu akan dimanfaatkan Densus 88 untuk meminta dollar karena sudah menangkap Ustad Abu. Keputusan Densus 88 memperpanjang masa tahanan, lanjut Fauzan hanya mengulur waktu saja untuk cari sponsor.


"Karena dana operasi Densus bukan dari APBN. Tapi dari APBA, angaran pendapat belanja asing. Jadi operasi melawan teroris itu kepentingan internasional, bukan agenda nasional. Saat ini Densus tidak punya dana. Beda dengan bom Bali ada banyak dana dari luar. Karena ada korban. Sekarang kan tidak ada korban. Makanya saat ini mereka puyeng, masak sudah menangkap, tapi tidak ada kompensasi," tegasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya