RMOL. Perpanjangan masa penahanan Amir Jamaah Ansharut Tauhid Abu Bakar Baasyir sampai bulan Desember disayangkan. Pasalnya, sikap Ustad Abu sendiri sudah jelas hanya akan memberi keterangan di Pengadilan.
"Sampai Desember itu pakai UU terorisme. Ditahan selama empat bulan. Ustad Abu tidak mau diperiksa, hanya mau memberikan keterangan nanti di pengadilan. Jadi ngapain nunggu sampai habis masa tahanan. Segera saja limpahkan ke pengadilan," ujar orang dekat Ustad Abu, Fauzan Al-Anshori kepada Rakyat Merdeka Online (Rabu, 18/8).
Fauzan mencium ada agenda tersembunyi dibalik perpanjangan masa penahanan Ustad Abu tersebut. Pada September mendatang, Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama akan melawat ke Indonesia. Fauzan melihat, kedatangan Obama itu akan dimanfaatkan Densus 88 untuk meminta dollar karena sudah menangkap Ustad Abu. Keputusan Densus 88 memperpanjang masa tahanan, lanjut Fauzan hanya mengulur waktu saja untuk cari sponsor.
"Karena dana operasi Densus bukan dari APBN. Tapi dari APBA, angaran pendapat belanja asing. Jadi operasi melawan teroris itu kepentingan internasional, bukan agenda nasional. Saat ini Densus tidak punya dana. Beda dengan bom Bali ada banyak dana dari luar. Karena ada korban. Sekarang kan tidak ada korban. Makanya saat ini mereka puyeng, masak sudah menangkap, tapi tidak ada kompensasi," tegasnya.
[zul]