Berita

SBY: Pak Ruhut Percayalah, Nanti Ada Tokoh yang Lebih Bagus dari Saya

RABU, 18 AGUSTUS 2010 | 10:42 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak mengamini usulan juru bicara DPP Partai Demokrat Ruhut Sitompul agar masa jabatan presiden ditambah satu periode lagi yang memungkinkannya bisa maju lagi pada pemilihan presiden 2014 mendatang.

"Pak Ruhut, bisa saja ngomong itu. Tapi kan kita negara hukum (hanya dua periode). Pak Ruhut, percayalah ada nanti tokoh yang lebih bagus dari saya. Yang penting kita bekerja saja untuk rakyat," ujar Presiden SBY.

Pernyataan SBY itu diucapkan kembali oleh Ruhut saat dihubungi Rakyat Merdeka Online (Rabu, 18/8). Ruhut mengatakan, usulannya itu sudah disampaikan kepada Presiden lima bulan sebelumnya.


"Saya bangga. Betul-betul (SBY) seorang negarawan tulen," ucap Ruhut.

Selain itu, masih kata Ruhut, sebelum dia mengusulkan hal itu kepada SBY, mantan Perdana Menteri Singapura, Lee Kuan Yew juga sudah mengusulkan hal yang sama kepada SBY. Dan hal itu diucapkan sendiri oleh SBY.

"Pertanyaan Pak Ruhut ini, sebelumnya juga sudah disampaikan Pak Lee Kuan Yew," ujar Ruhut lagi mengulangi pernyataan SBY.

Setelah mendengar jawaban SBY, terang Ruhut, pengurus Partai Demokrat yang sebelumnya sinis dengan usulannya itu, langsung diam. Karena selain dirinya, ternyata Lee Kuan Yew juga sudah mengusulkan. Namun, Meski usulanya belum berbuah manis, Ruhut tetap akan mensosialisakan hal tersebut. SBY sendiri, lanjut Ruhut, tidak manghalang-halangi untuk mensosialisasikannya. Sejauh ini, katanya, sudah banyak ahli hukum tatanegara yang mendukung.

"Namun saya tidak etis untuk menyebutkan namanya. Kepada kawan-kawan saya berharap untuk mendukung, dan mudah-mudahan mau jemput bola," harap Ruhut. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya