RMOL. Sudah lama Cep Peri dikenal jago silat. Meski usianya baru menginjak 25 tahun tapi dia yang warga Kampung Margapala, Margalasana, Sumedang ini cukup disegani. Selain kerap melatih seni bela diri pencak silat, Peri juga jadi guru ngaji. Para orang tua pun mempercayakan anaknya dilatih pencak silat plus ngaji pada Peri. Tapi kini nama Peri tercoreng. Dia nyaris dihakimi massa.
Gara-gara Peri telah melakukan sodomi pada anak didiknya. Tak tanggung-tanggung sembilan anak jadi korban. Sebelum massa menghakimi Peri, Kades Margalaksana Andreansyah Mochtar, sigap. Dia mengontak Polres Sumedang. Peri pun kemudian diamankan ke Mapolres, Selasa (17/8).
Aksi bejad Peri yang terkenal santun terungkap kala seorang korbannya mengeluh sakit saat buang air besar. Kita sebut saja Ujang (5), korbannya. Dia mengeluh pada Nendah (40), ibunya. Nah, Nendah menanyakan penyebabnya. Ujang bilang terus terang. Katanya di rumah Peri, dia diperintahkan nungging dan tidak mengenakan celana dalam. Lalu dubur Ujang dimasukan ‘rudal’ Peri. Mendengar cerita anaknya Nendah lapor ke aparat desa Margalaksana. Dari sana kabar tersiar hingga pelosok kampung. Ternyata korbannya bukan hanya Ujang. Ugh, tercatat sembilan orang bocah jadi korban sodomi Peri. Mereka kebanyakan berusia dibawah 10 tahun.
Bahkan ada yang sampai berdarah dari anusnya. Setelah adanya laporan Nendah, para orang tua korban Peri, melapor ke Polres Sumedang. Polisi memperkirakan korbannya akan terus bertambah. Karena Peri melakukan aksinya sejak dua tahun lalu. Kepada polisi Peri mengaku sebelum melakukan sodomi dirinya membujuk terlebih dahulu.
Korban diiming-imingi akan diberi jampi kuat dibacok senjata tajam. Sembilan bocah disodomi di rumahnya. Tapi waktunya berbeda-beda. Dan itu telah dilakukan sejak tahun 2008. Menurut Peri dirinya memang suka perempuan. Tapi tidak berani mendekatinya. Makanya hingga kini dia tidak punya pacar. Parahnya lagi, pasca disodomi Peri para korban mengaku melakukan praktek sodomi diantara mereka. Dan mereka menikmatinya.
[arp]