Berita

Penggonggong SBY Diminta Bersabar, Tak Ada Perubahan Secara Tiba-tiba

SELASA, 17 AGUSTUS 2010 | 17:10 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Setiap perubahan menuju perbaikan, tidak ada yang terjadi secara tiba-tiba. Semua dilakukan secara bertahap dan pelan-pelan.

Demikian dikatakan mantan Sekretaris Departemen Politik Partai Demokrat Solon Sihombing kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 17/8).

Hal itu ia katakan menanggapi berbagai kritik yang dilontarkan sejumlah partai dan pengamat atas pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kemarin yang tidak menyentuh beberapa persoalan yang dihadapi masyarakat.


Solon mengakui bahwa beberapa persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini, seperti penangkapan tiga pegawai kementerian Kelautan dan Perikanan oleh Polisi Diraja Malaysia, tabung gas yang kerap meledak, dan anarkisme organisasi masyarakat tidak disinggung oleh Presiden. Namun, Solon memastikan, meski tidak diucapkan, semua hal tersebut secara diam-diam diselesaikan oleh pemerintah.

"Pak Presiden telah memerintah Pak Fadel dan Dubes Indonesia di Johor untuk menyelesaikan itu. Dan sekarang sudah dilepaskan. Masalah tabung gas, pemerintah juga telah mengurangi disparitas harga antara 3 kilogram dan 12 kilogram," jelas Solon.

Terkait dengan anarkisme ormas, Solon menegaskan, Presiden berkomitmen untuk membubarkan ormas bila menyalahi undang-undang. Makanya, lanjut Solon, SBY telah memerintahkan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan dan Menteri Dalam Negeri untuk menangani ormas yang kerap anarkis.

"Tak ada yang tiba-tiba, semua diperbaiki secara pelan-pelan. Kalau memang tidak ada perubahan di tahun kedelapan atau kesembilan (masa jabatan SBY) barulah. Nanti rakyat juga pasti akan menilai," tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya