Berita

PDIP: Kenapa Indonesia Selalu Mengalah dari Malaysia?

SENIN, 16 AGUSTUS 2010 | 15:09 WIB | LAPORAN:

RMOL.Alasan pemerintah belum adanya tapal batas wilayah antara Indonesia dan Malaysia sehingga tidak berani bersikat tegas terhadap pemerintahan Malaysia terkait dengan penangkapan tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan di Perairan Riau disesalkan PDI Perjuangan.

"ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) sudah ada. Ini menteri-menteri jangan langsung mengelak, toh aturannya jelas,  batas wilayah sudah jelas. Kenapa kita harus mengalah. Ada kesan kita negara yang tidak berdaulat. Saya kira itu harus kita pertanyakan. Indonesia adalah negara daulat, sudah saatnya Indonesia mengambil sikap yang tegas terhadap Malaysia," ujar Sekjen DPP PDI Perjuangan kepada wartawan di gedung DPR, Jakarta (Senin, 16/8).

Tjahjo menilai semestinya pemerintah Indonesia secara tegas meminta pertanggungjawaban dari Pemerintah Malaysia.  Misalnya, dia menyontohkan, bila perlu pemerintah Indonsia menarik duta besar Indonesia yang ada di Malaysia. Bahkan bila perlu, Menteri Luar Negeri Indonesia mendatangi Malaysia mempertanykan sikpa Malaysia itu dengan tegas.


"Saya kira ganti mengancam bisa kan. Suruh pulang dulu Dubes Malaysia. Kita tarik dubes kita. Harus minta maaf secara terbuka Malaysia kepada rakyat Indonesia bukan pada lima orang.  Ini menyangkut harga diri bangsa kita. Yang sudah disampaikan sedang akan, sedang akan," tegas Tjahjo.

Apa yang akan didorong Komisi I DPR terkait dengan penangkapan itu?

"Kami akan meminta pertanggungjawaban Menlu terkait dengan Malaysia. Sudah sering kali Malaysia melecehkan kita. Ini menyangkut kedaulatan dan harga diri bangsa kita," demikian Tjahjo. [zul]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya