Berita

Komjen di Balik Penangkapan Baasyir Sekadar Pendukung Calon Kapolri

SABTU, 14 AGUSTUS 2010 | 14:23 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL.Nuansa persaingan para calon Kapolri sebagai satu hal yang bersembunyi di balik penangkapan Abu Bakar Baasyir memang benar adanya.

Tapi soal kabar yang mengatakan bahwa salah seorang petinggi polisi bintang tiga yang saat ini masih menjabat Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Gories Mere, berambisi menduduki posisi Polri-1, dinilai tidak benar.

"Kita dengar juga seperti itu, tapi kalau disebutkan jenderal bintang tiga yang itu (Gories Mere), dia kan selama ini tidak masuk dalam bursa, mungkin sebatas pendukung salah satu figur calon kuat," ujar Ketua Presidium Indonesia Police Watch, Neta S Pane, kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Sabtu, 14/8).


Neta mengatakan, hal wajar bila barisan pendukung masing-masing calon sudah bermanuver dan gencar melakukan sosialisasi untuk melicinkan jalan jagoannya menggantikan Bambang Hendarso Danuri.

"Kemungkinan besar memang ada yang mencari simpati dari presiden untuk bursa Kapolri. Penangkapan Baasyir itu kan respons dari ucapan Presiden. Kalau memang Abu Bakar Baasyir DPO, pasti akan didahului pemanggilan. Baasyir kan mudah sekali mencarinya, dia tidak akan kemana-mana hanya berdakwah saja," jelasnya.

Sebelumnya, salah seorang orang kepercayaan Abu Bakar Baasyir, Fauzan Al Anshari, kepada Rakyat Merdeka Online, mengutarakan, momen penangkapan mantan Amir Majelis Mujahidin itu amat nyaman dimanfaatkan untuk macam-macam manuver.

Fauzan tak lupa menyebut manuver persaingan para calon Kapolri sebagai salah satu yang bersembunyi di balik penangkapan Baasyir.  Dalam kasus ini, ia mencurigai satu nama yaitu Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Gories Mere.

"Saya mencurigai Goris Mere, dia kan di BNN tapi kenapa dia selalu terlibat dalam penggerbekan teroris termasuk di dalam penangkapan Ustad Baasyir ini," ucapnya.

Seperti diketahui, dalam beberapa minggu ini diperkirakan Presiden SBY akan memutuskan siapa nama jenderal polisi yang akan diajukannya ke Parlemen untuk menggantikan Jenderal Bambang Hendarso Danuri. Sejauh ini ada delapan nama calon kuat Kapolri yang sudah mulai dibicarakan banyak kalangan. Antara lain, Wakapolri Komjen Jusuf Manggabarani, Irwasum Komjen Nanan Soekarna, Kapolda Sumatera Utara Irjen Oegroseno, Kapolda Metro Jaya Irjen Tmor Pradopo, juga Kalakhar Badan Narkotika Nasional (BNN) Gories Mere. Per tanggal 1 Agustus yang lalu Jenderal BHD yang lahir pada tanggal 10 Oktober 1952 disebut-sebut telah memasuki masa persiapan pensiun.[ald]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

KPK Terbitkan Sprindik Baru Terkait TPPU Wali Kota Madiun Maidi

Rabu, 23 September 2026 | 18:27

Pemerintah Sediakan Pendidikan Gratis Mulai TK hingga SMA Lewat Dana BOS

Rabu, 23 September 2026 | 18:19

IHSG-Rupiah Kompak Parkir di Zona Hijau Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 23 September 2026 | 17:58

Beli Tiket MotoGP Indonesia 2026 via wondr by BNI Diskon hingga Rp300 Ribu

Rabu, 23 September 2026 | 17:41

Anggota DPRD Hingga Petinggi LSM Diperiksa KPK dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 23 September 2026 | 17:38

Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Rencana Gratiskan Kuliah di PTN

Rabu, 23 September 2026 | 17:34

Bos BI Ungkap Investasi Asing Masuk RI Rp7,1Triliun, Ditopang SBN

Rabu, 23 September 2026 | 17:18

Legislator Nasdem Dorong Pembenahan Pelayaran, Belajar dari Kereta Api

Rabu, 23 September 2026 | 17:09

Pemerintah Bisa Lebih Repot Bila Daya Beli Kelas Menengah Terus Tertekan

Rabu, 23 September 2026 | 17:01

Prabowo Pantau Karhutla Sumatra-Kalimantan, 209,78 Hektare Masih Dipadamkan

Rabu, 23 September 2026 | 16:52

Selengkapnya