Berita

KRIMINALISASI PIMPINAN KPK

Jenderal BHD dan Hendarman, Segeralah Minta Maaf Lahir dan Batin kepada Publik!

JUMAT, 13 AGUSTUS 2010 | 08:57 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL.Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri dan Jaksa Agung Hendarman Supandji disarankan untuk mengakui kesalahannya dan segera minta maaf kepada publik.

Hal ini terkait dengan tidak adanya adanya rekaman pembicaraan antara tersangka kasus upaya penyuapan Ary Muladi dan Deputi Bidang Penindakan KPK, Ade Raharja yang sebelumnya mereka akui ada.

"Saya kira yang paling elegan sekarang ini adalah minta maaf secara terbuka. Masyarakat juga akan mengerti itu. Ya karena Kapolri saat ini sedang mengemban tugas yang berat dalam menumpas terorisme," ujar mantan anggota Tim 8, Amir Syamsuddin, kepada Rakyat Merdeka Online (Jumat, 13/8).


Sebelumnya, Amir mengakui sangat sulit di negara ini untuk menemukan pejabat yang ngotot untuk mempertahankan kebenaran. Kebanyakan, lanjutnya, para pejabat hanya ngotot terhadap pendapat masing-masing, walau itu keliru.

"Setelah sadar memberikan informasi yang keliru, kita belum melihat (pejabat) langsung mau mengakui atau kalau perlu meletakkan jabatan," imbuhnya.

Namun, menurutnya, mengundurkan diri belum menjadi budaya di negara Indonesia. Dari itu, dia menyarankan agar kedua petinggi itu cukup minta maaf kepada publik. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya