Berita

Eks Tim 8: Tak Ada Rekaman, Kenapa Kepolisian dan Kejaksaan Ngotot Proses Bibit-Chandra

JUMAT, 13 AGUSTUS 2010 | 07:59 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL.Soal tidak adanya rekaman pembicaraan antara tersangka kasus upaya penyuapan Ary Muladi dan Deputi Bidang Penindakan KPK, Ade Raharja sebenarnya bukan berita baru.

Pada saat kasus kriminalisasi terhadap dua pimpinan KPK, Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah mencuat pada November 2009 lalu, Tim 8 sudah mendapatkan informasi bahwa rekaman itu sebenarnya memang tidak ada.

"Waktu itu kami melakukan klarifikasi kepada mereka (polisi dan kejaksaan), itu dikatakan kepada kami bukan rekaman, tetapi hanya ada petunjuk bahwa pernah ada berhubungan antara satu nomor dengan nomor yang lain. Itu juga nomornya tidak konsisten, ada banyak nomor," ujar mantan anggota Tim 8, tim yang dibentuk Presiden SBY untuk mengklarifikasi dugaan kriminalisasi kepada pimpinan KPK, Amir Syamsuddin kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Jumat, 13/8).


Dari itu, sebut Amir, Tim 8 sangat yakin bahwa tidak ada upaya pemerasan yang dilakukan Pimpinan KPK kepada Anggoro Widjojo. Karena itu hanya dugaan saja, tapi tidak bisa dibuktikan. Bahkan, penyidik dan jaksa peneliti saja tidak yakin adanya hubungan antara satu nomor telepon dengan nomor telepon yang lain itu sebagai alat bukti.

"Itu lah yang mengherankan kami, kenapa transkipnya tidak ada, tetapi polisi tidak mengeluarkan SP-3, tetapi malah melimpahkan (kasusnya) ke kejaksaan dan akhirnya dinyatakan P-21," ucapnya.

Soal Kapolri Jenderal BHD dan Jaksa Agung Hendarman Supandji yang juga pernah mengatakan bahwa rekaman itu ada, menurutnya, itu lebih kepada kesalahan informasi yang diberikan orang yang bertanggung jawab di institusi masing-masing kedua petinggi negara itu. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Produk Impor Masuk Indonesia Wajib Sehat dan Halal

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:14

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Jemaah Haji Aceh Bisa Akses Ruang VIP Bandara

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:28

Ashari Menghilang, Belum Ditangkap Polisi

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:16

Ambulans Angkut Jenazah Hantam Truk, Dua Orang Tewas

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:00

BPJPH dan Barantin Perkuat Pengawasan Pakan Impor Berunsur Porcine

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:33

Purbaya Siapkan Insentif Mobil dan Motor Listrik

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:24

Rumah di Grogol Petamburan Dilalap Api

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:01

Penyelundupan 2,1 Kg Ganja dari Papua Nugini Digagalkan

Senin, 04 Mei 2026 | 23:35

Tiga Jam Operasional KRL Rangkasbitung Lumpuh

Senin, 04 Mei 2026 | 23:20

Selengkapnya