Berita

KASUS ANGGODO

Komisi III DPR: Jangan Sampai Jaksa Agung dan Kapolri Bohongi Publik

KAMIS, 12 AGUSTUS 2010 | 08:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Kepolisian dan Kejaksaan Agung telah menampar wajah hukum Indonesia bila memamg terbukti rekaman pembicaraan antara Ary Muladi dan Deputi Penindakan KPK Ade Raharja betul-betul tidak ada.

Pasalnya, Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri dan Jaksa Agung Hendarman Supandji pada November tahun lalu pernah mengatakan di hadapan anggota Komisi III DPR bahwa rekaman itu ada. Rekaman itu lah yang kemudian jadi alat bukti untuk menahan dua pimpinan KPK, Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah.

"Kapolri dan Jaksa Agung pernah bilang. Ada 64 rekaman pembicaraan melalui telepon dan 6 pertemuan antara Ade Rahardja dan Ary Muladi. Kalau itu memang tidak ada, bisa-bisa sangat menampar wajah hukum di Indonesia," ujar anggota Komisi III DPR Martin Hutabarat kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Kamis, 12/8).


Dari itu, setalah masa reses, Komisi III akan memprioritaskan mengadakan pertemuan dengan dua institusi penegak hukum itu untuk mengklarifikasi soal rekaman tersebut.

"Saya berharap Jaksa Agung dan Kapolri konsisten dengan apa yang mereka sampaikan. Kalau tidak berarti sudah melakukan pembohongan publik. Karena (pertemuan DPR dan Jaksa Agung dan Kapolri pada saat itu) disiarkan langsung oleh televisi dan ditonton jutaan masyarakat Indonesia. Jangan sampai masyarakat tidak percaya terhadap institusi hukum," jelasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya