Berita

Partai Ka'bah Nilai Densus 88 Terlalu Mendramatisir Penangkapan Abu Bakar Baasyir

RABU, 11 AGUSTUS 2010 | 08:55 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL.Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri dinilia terlalu mendramatisir penangkapan Amir Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) Abu Bakar Baasyir pada Senin lalu.

"Saya melihatnya, Densus 88 terlalu mendramatisir, overacting. Apalagi dengan bawa media segala. Kalau tidak (bawa) darimana media tahu. Saya yakin Kapolri tidak tahu itu. Karena Kapolri tidak tahu sampai secara detail teknis di lapangan," ujar Fungsionaris PPP Ahmad Yani kepada Rakyat Merdeka Online (Rabu, 11/8).

Hal itu ia katakan terkait dengan cara Densus 88 menangkap Abu Bakar Baasyir dengan cara dicegat di tengah jalan sambil kaca mobil yang ditumpangi dipecahkan.


Ahmad Yani yang juga merupakan anggota Komisi III DPR ini mengatakan, Abu Bakar Baasyir bukan orang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Mabes Polri. Dari itu, menurutnya, Densus 88 tidak semestinya menerapakan cara-cara demikian.

"Ustad Abu bukan DPO. Harusnya cukup dipanggil saja. Dari itu, keterlibatannya harus bisa dibuktikan. Jangan sampai seperti pada kasus Bibit Chandra (pimpinan KPK). Dikatakan ada bukti rekaman (terkait dengan dugaan pemerasaan terhadap Anggoro), tapi tidak bisa dihadirkan di Pengadilan," demikian Ahmad Yani. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya