Berita

ABB DITANGKAP

Komisi III DPR: Sebagian dari Kebutuhan Negara Ini Didanai Asing

RABU, 11 AGUSTUS 2010 | 08:30 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Soal campur tangan atau pengaruh asing terutama dari Amerika Serikat di negeri ini bukan hal baru. Bahkan, Badan Intelijen Negara (BIN) sendiri telah memberikan sinyalemen banyak UU yang negara asing.

"Banyak produk UU kita dipengaruhi asing. Itu sudah disinyalemen oleh BIN bebarapa hari lalu. Kalau kita lihat, UU terorisme muncul berawal dari Perppu saat Bom Bali I dan II. Makanya, memang nuansanya (pengaruh Amerika) kental sekali," ujar anggota Komisi III Ahmad Yani kepada Rakyat merdeka Online sesaat lalu (Rabu, 11/8).

Namun terkait dengan apakah Tim Datesemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri dibentuk oleh Amerika Serikat, Ahmad Yani menepisnya. Dia yakin Densus 88 dibentuk karena kebutuhan bangsa Indonesia sendiri. Dari itu, ia meminta Densus 88 bekerja secara profesional dan tidak terpengaruh dengan titipan asing. Meski, dia tidak menampik ada dana asing yang masuk ke Densus 88 itu.


"Sebagian dari kebutuhan negara ini dibiayai asing. Ada pasti. Tapi tidak keseluruhan, mungkin kalau ada dana yang kurang bisa jadi. Tapi kan tidak hanya polisi, LSM bahkan ormas (organisasi kemasyarakatan) juga ada yang terima. Makanya, banyak yang berfikir seperti Amerika," tudingnya.

Terkait dengan Abu Bakar Baasyir yang tidak mau menjawab pertanyaan penyidik karena Densus 88 dibiayai Amerika, politisi PPP ini menilai itu merupakan haknya. Tanpa dikaitkan dengan Amerika pun, seseorang berhak untuk tidak menjawab pertanyaan penyidik. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya