Soal campur tangan atau pengaruh asing terutama dari Amerika Serikat di negeri ini bukan hal baru. Bahkan, Badan Intelijen Negara (BIN) sendiri telah memberikan sinyalemen banyak UU yang negara asing.
"Banyak produk UU kita dipengaruhi asing. Itu sudah disinyalemen oleh BIN bebarapa hari lalu. Kalau kita lihat, UU terorisme muncul berawal dari Perppu saat Bom Bali I dan II. Makanya, memang nuansanya (pengaruh Amerika) kental sekali," ujar anggota Komisi III Ahmad Yani kepada Rakyat merdeka Online sesaat lalu (Rabu, 11/8).
Namun terkait dengan apakah Tim Datesemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri dibentuk oleh Amerika Serikat, Ahmad Yani menepisnya. Dia yakin Densus 88 dibentuk karena kebutuhan bangsa Indonesia sendiri. Dari itu, ia meminta Densus 88 bekerja secara profesional dan tidak terpengaruh dengan titipan asing. Meski, dia tidak menampik ada dana asing yang masuk ke Densus 88 itu.
"Sebagian dari kebutuhan negara ini dibiayai asing. Ada pasti. Tapi tidak keseluruhan, mungkin kalau ada dana yang kurang bisa jadi. Tapi kan tidak hanya polisi, LSM bahkan ormas (organisasi kemasyarakatan) juga ada yang terima. Makanya, banyak yang berfikir seperti Amerika," tudingnya.
Terkait dengan Abu Bakar Baasyir yang tidak mau menjawab pertanyaan penyidik karena Densus 88 dibiayai Amerika, politisi PPP ini menilai itu merupakan haknya. Tanpa dikaitkan dengan Amerika pun, seseorang berhak untuk tidak menjawab pertanyaan penyidik.
[zul]