RMOL.Wacana peningkatan parliamentary threshold (PT) dari 2,5 persen menjadi 5 persen yang diusulkan Partai Demokrat, Partai Golkar, dan PDI Perjuangan merupakan strategi untuk mempertahankan kemenangan pada pemilihan umum 2014 mendatang.
"Semangat partai-partai besar itu hanya memberangus partai-partai yang punya kesempatan berkompetisi di 2014. Dengan pembatasan itu peluang untuk kembali jadi pemenang sangat besar. Karena partai-partai yang kecil sudah tidak lagi ikut," ujar Sekretaris Jenderal Partai Matahari Bangsa (PMB) Ahmad Rofiq kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 10/8).
Bila memang dipaksakan PT 5 persen, PMB bersama dengan partai-partai yang tidak lolos PT pada Pemilu 2009 lalu akan melakukan perlawanan. Yaitu, kata Rofiq, dengan cara mengajukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi (MK). Karena peningkatan PT 5 persen ini merupakan bagian dari strategi proses demoralisasi bagi partai yang ingin berkompetisi pada 2014.
"Kami juga minta partai mitra koalisi (partai pendukung pemerintahan SBY-Boediono) untuk tidak menaikkan PT jadi 5 persen. Kami berharap partai mitra koalisi menunjukkan solidaritasnya dan tidak menari di atas gendang orang lain," imbuh Rofiq.
Rafiq juga menolak bila peningkatan PT jadi 5 persen dimaksudkan untuk menyederhanakan partai-partai yang ada di Indonesia. Menurutnya, penyederhanaan partai itu tidak bisa dipaksakan seperti pada masa Orde Baru.
"Makanya cara berfikir mereka, cara berfikir Orba tapi dibungkus dengan demokrasi. Itu sama-sama culasnya. Untuk penyederhanaan partai serahkan saja ke rakyat. Rakyat lah yang akan menentukan," tandasnya.
[zul]