Berita

SBY Sibuk Cari Citra, Rakyat Menderita

SENIN, 09 AGUSTUS 2010 | 09:00 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Dalam satu tahun usia Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II, masyarakat tidak merasakan ada perbaikan signifikan yang ditorehkan oleh pemerintah dalam kehidupan rakyat kebanyakan.

Bahkan masyarakat merasa tidak ada satu pengambilan keputusan yang berkenan dengan hajat hidup orang banyak.

"Rakyat tidak ada yang mengurus. Ledakan tabung gas siapa yang bertangung jawab, tidak jelas. Begitu juga oplosan bensin, Lumpur Lapindo, tidak jelas siapa yang bertanggung jawab. Kasus Bank Century jusrtu dibarter," ujar aktivis koalisi Masyarakat Sipil anti Korupsi (Kompak) Ray Rangkuti kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Senin, 9/8).


Ray melihat, selama ini pemerintah dan elit politik hanya sibuk dengan kekuasaannya semata dan memikirkan bagaimana citranya harus tetap baik. Sedangkan rakyat seolah disuruh menderita sendiri tanpa ada yang memikirkan.

"SBY hanya selalu mencari simpati. Tiba-tiba mendatangi Tama. Padahal sampai saat ini, siapa pelaku belum juga ditemukan. Soal rekening Polri juga tidak jelas, siapa yang jadi terdakwa. Begitu juga soal mafia hukum, Edmon dan Raja jusru santai-santai saja," imbuh Ray.

Di tengah rakyat sedang menderita, tambah Ray, Presiden justru mencari simpati dengan mengatakan akan dibunuh teroris. Padahal menurutnya, tidak ada teroris yang mau membunuh kepala negara.

"Kepala negara itu dibunuh paling oleh para koruptor, mafia, atau kelompok separatis dari suatu negara. Jadi tidak ada teroris mau membunuh kepala negara," tegas Ray. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Produk Impor Masuk Indonesia Wajib Sehat dan Halal

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:14

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Jemaah Haji Aceh Bisa Akses Ruang VIP Bandara

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:28

Ashari Menghilang, Belum Ditangkap Polisi

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:16

Ambulans Angkut Jenazah Hantam Truk, Dua Orang Tewas

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:00

BPJPH dan Barantin Perkuat Pengawasan Pakan Impor Berunsur Porcine

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:33

Purbaya Siapkan Insentif Mobil dan Motor Listrik

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:24

Rumah di Grogol Petamburan Dilalap Api

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:01

Penyelundupan 2,1 Kg Ganja dari Papua Nugini Digagalkan

Senin, 04 Mei 2026 | 23:35

Tiga Jam Operasional KRL Rangkasbitung Lumpuh

Senin, 04 Mei 2026 | 23:20

Selengkapnya