Berita

ANGGOTA DPR KORUPSI

Tak Terima Disebut Omong Kosong, Demokrat Bawa-bawa PDIP

SENIN, 02 AGUSTUS 2010 | 08:31 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Jakarta, RMOL. Tudingan Indonesian Corruption Watch (ICW) bahwa Partai Demokrat hanya omong kosong dalam memberantas kasus korupsi ditanggap keras oleh kader partai berlambang bintang mercy itu.

"Saya nggak mengerti, apa yang dimaksud oleh ICW ini. Komitmen kami tentang pemberantasan korupsi sangat kuat," ujar Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat Ramadhan Pohan kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Senin, 2/8).

Terkait dengan beberapa nama anggota dewan Partai Demokrat yang disebut tersandung kasus korupsi, Ramadhan Pohan menegaskan, hal itu sepenuhnya diserahkan kepada penegak hukum. Karena penegak hukum lah yang berhak untuk menentukannya.

"Partai Demokrat tidak pernah sama sekali mengintervensi penegak hukum. Jadi sepenuhnya kami serahkan. Kalau Asad, kan sekarang lagi PK (Peninjauan Kembali) di Mahkamah Agung," jelasnya.

Bagaimana dengan kader Partai Demokrat Agusrin M. Najamudin, telah ditetapkan jadi tersangka, tapi tetap didukung pada waktu Pilgub Bengkulu lalu?

"Itu kan baru tersangka. Belum ada putusan hukum, belum ada vonis. Jadi kami mengikuti penegak hukum," tegasnya.

"Lagi pula kenapa hanya Demokrat yang disorot. Bukankah kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (Miranda S Goeltom) juga menyeret belasan nama anggota partai dari partai tertentu. Padahal itu di depan mata. Jadi ada yang paradox," kilahnya.

Meski Ramadhan Pohan tidak menyebutkan nama partai yang terkait dengan kasus Miranda S Goeltom, namun publik sudah bisa menebak. Yaitu, beberapa kader PDI Perjuangan disebut-sebut terlibat dalam kasus tersebut. Bahkan, Dudhi Makmun Murod, salah satu kader PDIP, telah dijatuhi vonis. [zul]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Produk Impor Masuk Indonesia Wajib Sehat dan Halal

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:14

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Jemaah Haji Aceh Bisa Akses Ruang VIP Bandara

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:28

Ashari Menghilang, Belum Ditangkap Polisi

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:16

Ambulans Angkut Jenazah Hantam Truk, Dua Orang Tewas

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:00

BPJPH dan Barantin Perkuat Pengawasan Pakan Impor Berunsur Porcine

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:33

Purbaya Siapkan Insentif Mobil dan Motor Listrik

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:24

Rumah di Grogol Petamburan Dilalap Api

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:01

Penyelundupan 2,1 Kg Ganja dari Papua Nugini Digagalkan

Senin, 04 Mei 2026 | 23:35

Tiga Jam Operasional KRL Rangkasbitung Lumpuh

Senin, 04 Mei 2026 | 23:20

Selengkapnya