Berita

SATGAS PECAH

Politisi PAN Tuding Denny Salah Gunakan Satgas

MINGGU, 01 AGUSTUS 2010 | 12:27 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Jakarta, RMOL. Perpecahan di tubuh Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Mafia Hukum, menyusul pengunduruan Irjen Herman Effendi, dituding karena Denny Indrayana salah dalam menerjemahkan maksud Presiden SBY di balik pembentukan Satgas tersebut.

"Saya kira Denny (Sekretaris Satgas) salah dalam menerapkan kehendak Presiden. Satgas adalah organ yang menjadi kebutuhan Presiden dalam memberantas mafia hukum. Maka segala keseluruhannya harus dilaporkan ke Presiden," ujar anggota Komisi III DPR Ahmas Rubaie saat dihubungi Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Minggu, 1/8).

Dia melanjutkan, setelah Satgas melaporkan soal mafia hukum itu, biar Presiden SBY sendiri yang akan menentukan langkah selanjutnya. Tapi selama ini, dalam pengamatan politisi PAN ini, Denny lebih sering ngomong di publik. Jadi ada kesan, Denny menjadikan Satgas sebagai alat untuk pencitraan dirinya.

"(Perpecahan) ini akan jadi beban baru bagi pemerintah. Ini jadi kontraproduktif dengan agenda pemberantasan mafia hukum. Karena pemerintah akan menghabiskan energi untuk menyelesaikan ini," imbuhnya.

Dia sendiri menghormati Irjen Herman mengundurkan diri dari Satgas. Bila pengunduran diri itu memang sudah tidak merasa nyaman lagi dan merasa tidak bisa memberikan sumbangsih kepada Satgas. Dia mendukung, Irjen Herman kembali ke Kepolisian supaya lebih konsen dalam menjalankan tugas. Dan sebagai jalan keluarnya, dia menyarankan agar Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam) dioptimalkan.

"Karena Menko Polhukam ini punya wewenang untuk mengkoordinasikan lembaga penegak hukum, seperti Kepolisian, Kejaksaan, selain menteri-menteri. Apalagi Menko Polhukam bisa melaporkan secara rutin kepada Presiden dalam rapat-rapat kabinet. Saya tidak mengatakan (Satgas) tidak perlu, tapi kalau ini (Kemenko Polhukam) optimal, perjalanan pemerintah akan semakin bagus," tandasnya. [zul]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Produk Impor Masuk Indonesia Wajib Sehat dan Halal

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:14

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Jemaah Haji Aceh Bisa Akses Ruang VIP Bandara

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:28

Ashari Menghilang, Belum Ditangkap Polisi

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:16

Ambulans Angkut Jenazah Hantam Truk, Dua Orang Tewas

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:00

BPJPH dan Barantin Perkuat Pengawasan Pakan Impor Berunsur Porcine

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:33

Purbaya Siapkan Insentif Mobil dan Motor Listrik

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:24

Rumah di Grogol Petamburan Dilalap Api

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:01

Penyelundupan 2,1 Kg Ganja dari Papua Nugini Digagalkan

Senin, 04 Mei 2026 | 23:35

Tiga Jam Operasional KRL Rangkasbitung Lumpuh

Senin, 04 Mei 2026 | 23:20

Selengkapnya