Berita

Bung Karno Cari Kambing Hitam di Luar Negeri, SBY Cari Kambing Hitam di Kandang Sendiri

MINGGU, 01 AGUSTUS 2010 | 11:53 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Jakarta, RMOL. Presiden Susilo Bambang Yudhyono bukan hanya sekali dua kali mengeluh di depan publik. Setiap ada persoalan yang bisa menjatuhkan citra pemerintahannya, SBY selalu curhat ke masyarakat.

"Sebenarnya beliau agak galau dengan kasus-kasus terakhir ini. Keluhan itu muncul pada saat situasi yang kurang baik di masyarakat. Misalnya, tabung gas meledak, harga-harga naik. Kalau diidentifikasi, setiap ada keresahan di masyarakat, keluhan itu akan muncul. Kalau Presiden SBY mengeluh terus, lalu rakyat akan mengeluh kepada siapa, " ujar pengamat politik Sukardi Rinakit saat dihubungi Rakyat Merdeka Online (Minggu, 1/8).

Cara Presiden SBY yang selalu mengeluh di depan publik, merupakan salah satu strategi komunikasi politik melemparkan kesalahan kepada orang lain. Di samping salah bentuk ketidakpercayaan SBY terhadap kebijakan yang ia ambil sendiri. Menurutnya, dengan cara seperti itu, SBY seolah-olah ingin mengatakan ke masyarakat bahwa dirinya sudah bekerja semaksimal mungkin untuk mengatasi problem yang ada. Tapi lawan-lawan politiknya selalu menganggu. Sehingga konsentrasi untuk bekerja menjadi buyar.

"Kalaupun mau disalahkan, orang itu lah yang harus disalahkan. Bukan Presiden. Jadi ini merupakan bentuk pengalihan masyarakat. Bung Karno juga ketika (pemerintahannya) digoyang mengalihkan perhatian masyarakat. Waktu itu keluar lah istilah 'ganyang Malaysia.' Bung Karno mencari alat pengalihannya ke luar (negeri). Pak SBY tidak. Menyalahkan orang-orang yang ada di luar pemerintahannya," tandasnya.

Sekadar diketahui, dalam acara pencanangan Gerakan Indonesia Bebas Pemadaman Listrik Bergilir di Mataram Selasa (27/7) lalu, Presiden SBY mengatakan ada gerakan politik yang saat ini berkampanye keliling daerah-daerah di Indonesia untuk menjelek-jelekkan pemerintahannya. [zul]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Produk Impor Masuk Indonesia Wajib Sehat dan Halal

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:14

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Jemaah Haji Aceh Bisa Akses Ruang VIP Bandara

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:28

Ashari Menghilang, Belum Ditangkap Polisi

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:16

Ambulans Angkut Jenazah Hantam Truk, Dua Orang Tewas

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:00

BPJPH dan Barantin Perkuat Pengawasan Pakan Impor Berunsur Porcine

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:33

Purbaya Siapkan Insentif Mobil dan Motor Listrik

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:24

Rumah di Grogol Petamburan Dilalap Api

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:01

Penyelundupan 2,1 Kg Ganja dari Papua Nugini Digagalkan

Senin, 04 Mei 2026 | 23:35

Tiga Jam Operasional KRL Rangkasbitung Lumpuh

Senin, 04 Mei 2026 | 23:20

Selengkapnya